Cerita Susanto dan Anaknya, Penyintas Kanker Jalan 50 Kilometer Cari Masker, Kaget Harta Tak Normal

Susanto Tan (46) dan Celine (6), ayah dan anak penyintas kanker rela menyusuri jalan raya sepanjang 50 kilometer untuk mencari masker.

istimewa
Susanto Tan (46) dan Celine (6), ayah dan anak penyintas kanker ini butuh masker dengan harga normal. 

 Cegah Pembelian Sembako dalam Jumlah Besar, Polisi Monitoring Minimarket dan Grosir

Kompas.com bertemu dengan dua orang pemulung, Memet (52) dan Samsudin (60). Keduanya biasa memulung sampah di kawasan Juanda, Kota Bekasi. 

Ketika disinggung corona, Memet tampak sudah mengetahui informasi itu. Namun, dia mengaku tak terlalu khawatir. 

Dia percaya segala penyakit dan kematian hanya Tuhan yang tahu. 

“Ngapain harus khawatir, yang penting pasrah saja ke Tuhan. Semuanya Dia yang ngatur, kita mah sudah serahin saja,” kata dia tersenyum.

 Timbun Masker Untuk Dijual di Selandia Baru, Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi

Sebagai "wong cilik", Memet menyadari dirinya tak bisa banyak berbuat di tengah ancaman virus corona.

Memet mengaku dirinya lebih sibuk memikirkan bagaimana kebutuhan keluarganya terpenuhi untuk hari esok. 

Dia pun menyinggung aksi sejumlah warga yang justru menimbun banyak bahan makanan sebagai aksi yang berlebihan.

“Berlebihan sih, kayak takut mati. Padahal mati maupun penyakit udah Tuhan yang ngatur, ngapain takut mati,” ucap dia.

 PANIK VIRUS CORONA, Sebabkan Harga Masker Meroket 15 Kali Lipat, Polisi Gerebek Lokasi Penimbunan

Aksi borong bahan makanan ini tentunya akan berpengaruh pada stok hingga harga di pasaran. Semakin stok menipis, harga pasti melambung tinggi.

Lagi-lagi, Memet cuma bisa pasrah.

“Ya kelaparan itu kan sudah makanan kami sehari-hari Mbak. Orang kalau kami lagi sakit, ya tetap kerja supaya tidak rasain lapar kelamaan,” ucap dia sambil becanda.

 Antisipasi Virus Corona, Dinkes Asahan Bentuk Tiga Tim Medis di Wilayah Pesisir

Berbeda dengan Memet, Samsudin tampak tak mengetahui informasi soal virus corona.

 “Apa itu corona? Belum tahu saya mah, orang tidak pernah nonton televisi,” ujar Samsudin. 

Samsudin tak ambil pusing akan virus yang sudah menyerang sejumlah negara itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved