Cerita Susanto dan Anaknya, Penyintas Kanker Jalan 50 Kilometer Cari Masker, Kaget Harta Tak Normal

Susanto Tan (46) dan Celine (6), ayah dan anak penyintas kanker rela menyusuri jalan raya sepanjang 50 kilometer untuk mencari masker.

istimewa
Susanto Tan (46) dan Celine (6), ayah dan anak penyintas kanker ini butuh masker dengan harga normal. 

Saat dijelaskan soal gejala-gejala virus yang mirip dengan flu itu, Samsudin pun menilai dirinya sudah terbiasa.

Sesak napas, pusing, demam, batuk, sebut Samsudin, sejak lama dia rasakan ketika hidup di jalanan. 

“Saya saja kalau sakit pakai obat warungan, tidak takut ah,” ucap bapak tiga anak ini.

 Serupa dengan Hasim (57), pedagang kaki lima di kawasan Juanda, Bekasi, juga tak punya persiapan  khusus untuk menghadapi corona.

Hasim sudah memantau pemberitaan soal bahaya virus yang berasal dari Wuhan, China itu. Awalnya, Hasim ingin membeli masker. Namun, mencari-cari ke sana sini, dia tak menemukannya.

“Tidak ada persiapan saya hanya berdoa aja, tadinya mau beli masker. Eh maskernya habis mana mahal,” ucap dia.

 Virus Corona Merebak, Warga Medan Masih Tanggapi Santai dan Tidak Terlalu Panik Berlebihan

Hasim pun hanya berserah kepada Tuhan tentang apapun cobaan termasuk penyakit yang harus dihadapinya ke depan.

Sebab, menurut dia, jika Tuhan memberikan sebuah penyakit, artinya dia mampu menghadapi penyakit itu.

“Pasrah saja saya mah, sakit mah Tuhan yang ngatur. Kita pasrah saja bagaimana juga hasilnya. Ya berdoa saja yang penting sehat-sehat,” tutur dia.

 Jadi Rujukan Pasien Corona, Kondisi RSUD Djasamen Saragih Siantar Bikin Anggota Dewan Geleng Kepala

Suara Mamat, Samsudin, dan Hasim setidaknya mewakili kaum "wong cilik" yang tak bisa berbuat banyak di tengah ancaman virus corona.

Aksi panic buying hanya akan menimbulkan akses negatif, terutama bagi masyarakat kelas bawah.

Mereka yang nantinya akan paling merasakan sulitnya mencari bahan kebutuhan pokok hingga harus memutar otak mencari bahan makanan yang murah meriah karena harga-harga sudah pasti akan anak saat stok menipis. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas dengan judul : Cerita Ayah dan Anak Penyintas Kanker Susuri Jalan 50 Kilometer Cari Masker

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved