PANIK VIRUS CORONA, Sebabkan Harga Masker Meroket 15 Kali Lipat, Polisi Gerebek Lokasi Penimbunan
"Kalau kami dapati, kami akan tindak tegas,"ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jawa, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Iwan Kurniawan
Polisi menyita antara lain 60 kardus berisi total 3.000 boks masker siap edar, alat-alat produksi, bahan masker, serta dus dan boks kosong. Selain itu, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Meski demikian, Irwan, seorang pengelola apotek di Pasar Pramuka, menyatakan bahwa masker amat sulit didapatkan.
Ia kadang-kadang mesti menggunakan jalur tidak resmi agar bisa mendapatkan barang. Itu pun dengan harga melambung.
"Sekarang kami menjual Rp 300.000 per boks. Kami belinya sudah Rp 280.000-Rp 290.000 per boks," kata Irwan.
Padahal, di hari-hari sebelum virus korona merebak, ia menjual ke konsumen dengan harga hanya Rp 20.000 per boks. Setiap boks berisi 50 lembar masker. Kepanikan mendorong harga masker naik menjadi 15 kali lipat.
Ketua Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka Edy Haryanto menambahkan, gejolak harga masker juga sangat dipengaruhi perilaku konsumen.
Ia meyakinkan masyarakat bahwa stok masker tergolong terjamin asalkan masyarakat berbelanja secara wajar.
Keinginan membeli melebihi kebutuhan bisa dilihat oleh oknum sebagai kesempatan mengambil untung besar dari permainan harga.
"Jika saudara-saudara datang ke toko, sebenarnya stok barang cukup. Namun, ketika seperti akan membeli secara keseluruhan, banyak tangan yang bermain," ujar Edy.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Polisi Tangkap Penimbun Masker dan Cairan Antiseptik di Semarang dan Polisi Sidak di Pasar Pramuka, Ingatkan Penjual Masker Ada Ancaman Pidana serta Polisi Gerebek Gudang yang Diduga Menimbun Masker di Tangerang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sidak-masker-langka.jpg)