News Video
Lubang Mengeluarkan Aroma Panas Bumi Tiba-tiba Muncul di Taput, 1 Petani Tewas dan 7 Orang Pingsan
Video Lubang Mengeluarkan Aroma Panas Bumi Tiba-tiba Muncul di Taput, 1 Petani Tewas, 7 Orang Pingsan
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Hendrik Naipospos
Sabungan Sinaga meninggal dunia di sawahnya pada tanggal 16 Mei 2019.
"Dugaan sementara, sesuai hasil laporan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Taput, kita belum tahu pasti. Tapi, dugaan sementara ada H2S," kata Hisar Sihite.
Jontar Sinaga (45) ditemui Tribun Medan dirumahya bercerita tentang kematian ayahnya Sabungan Sinaga.
Peristiwa kematian ayahnya, menjadi awal membuat masyarakat bertanya-tanya dan akhirnya menyadari persoalan ini.
Setelah kematian ayahnya, terjadi lagi peristiwa aneh, yakni petani yang jatuh pingsan 7 orang sekaligus di persawahan.
"Tidak lama setelah itu, kami menyadari keberadaan gas beracun itu," ujar Jontar Sinaga.
Persoalan yang tengah mereka hadapi sudah disampaikannya ke Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, baik melalui Dinas Lingkungan Hidup Taput sejak Mei 2019 lalu.
Sampai kini petani masih ragu-ragu ke sawah.
Karena belum mendapat jawaban pasti serta solusi dari pemerintah, mereka berunjuk rasa ke Kantor Bupati Tapanuli Utara di Tarutung dan aspirasi mereka disampaikan langsung ke Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan.
"Kami ingin kepastian agar tak ragu-ragu ke ladang. Karena kami tak mau ada lagi warga kampung ini yang menjadi korban seperti ayah saya tahun lalu," kata Jontar Sinaga.
Ia berharap, agar pemerintah dapat menyelesaikan persoalan yang belum pernah terjadi itu.
Banyak warga menduga kalau munculnya gelembung-gelembuk dipersawahan memiliki kaitannya dengan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP Sarulla) Geothermal, yang dikelola oleh PT SOL.
Meski demikian dugaan tersebut belum diteliti sehingga warga beraharap Pemkab Taput menurunkan tim ahli ke lokasi.
Menjawab aspirasi warga, Bupati Taput Nikson Nababan, mengingatkan warga agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di lokasi yang dianggap berbahaya.
Nikson Nababan menyampaikan, dirinya telah mengajak warganya bersabar atas surat yang telah dilayangkan kepada Presiden RI dan Kementerian Lingkungan Hidup agar memberikan solusi terbaik.