News Video

Lubang Mengeluarkan Aroma Panas Bumi Tiba-tiba Muncul di Taput, 1 Petani Tewas dan 7 Orang Pingsan

Video Lubang Mengeluarkan Aroma Panas Bumi Tiba-tiba Muncul di Taput, 1 Petani Tewas, 7 Orang Pingsan

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Hendrik Naipospos

Video Lubang Mengeluarkan Aroma Panas Bumi Tiba-tiba Muncul di Taput, 1 Petani Tewas, 7 Orang Pingsan

TRIBUN-MEDAN.COM - Pondok peristirahatan petani di persawahan Desa Banuaji IV , Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, kini tinggal puing-puing.

Saat dikunjungi wartawan Tribun Medan, Sabtu (22/2/2020), suasana di perladangan begitu hening, tidak satu pun petani beraktivitas seperti dahulu.

Dari kejauhan, terlihat padi mati muda, sebagian bulirnya sudah berbentuk namun kosong.

Batang padi yang tersisa mulai menguning, kemudian layu dan tumbang hingga akhirnya membusuk menjadi tanah.

Melangkah ke tengah persawahan, sejumlah titik dipasangi garis polisi.

Kepala Desa, Hisar Sihite, menceritakan, pita itu sengaja dipasangi di titik sekitar sawah karena dari perut bumi bermunculan gelembung udara yang diyakini sebagai gas beracun dan berbahaya bagi petani.

"Inilah faktanya, bahwa warga telah dua tahun gagal panen. Memang sebelumnya riak-riak belerang sudah ada kian, tapi tidak pala separah tahun-tahun terakhir ini. Dan ini kondisinya sudah setahun terakhir ditinggalkan begini karena dianggap berbahaya," terang Hisar Sihite.

Hisar Sihite menceritakan satu tahun belakangan petani-petani tak berani lagi turun ke persawahan.

Bahkan, ada yang kehilangan mata pencaharian.

Gelembung udara yang muncul membentuk lubang dengan diameter-diameter berbeda.

Ada yang berdiameter keliling 30 CM hingga mengeluarkan suara berisik dari dalam tanah.

Udara yang keluar dari dalam tanah ini bercampur aroma belerang, namun tidak panas.

Warga menyadari bahaya dari gelembung udara yang diyakini gas beracun setelah mengalami kejanggalan-kejanggalan.

Peristiwa pertama yang menggegerkan warga ketika seorang petani Desa Banuaji IV bernama Sabungan Sinaga (67) tergeletak di persawahan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved