10 Fakta Pelaku Pembunuhan dan Pembakar Wanita di Banyuwangi, Sakit Hati dan Malu Dipanggil Boboho

Sella juga mendengar Rosida pernah berkata ke Ali agar jangan makan terus karena sudah gendut dan nanti akan seperti boboho.

Tribun Mataram Kolase/Facebook
Pembunuh dan pembakar wanita di Banyuwangi. 

Hal tersebut diperkuat oleh keterangan Shella rekan sekerja Rosidah dan Ali Heri Sanjaya.

Ia mengatakan pernah mengingatkan agar Rosidah tidak memanggil Ali dengan sebutan gendut.

Ini 6 Poin Tuntutan Massa aksi #SaveBabi Mulai dari Penolakan Sertifikasi hingga Tuntutan Ganti Rugi

"Emang dia gitu. Kalo ngomong enggak ada saring-saringannya. Memang sering guyon setiap hari. Periang dia. Kalo mas Ali diam," katanya.

Sella juga mendengar Rosida pernah berkata ke Ali agar jangan makan terus karena sudah gendut dan nanti akan seperti boboho.

"Ali diam saja mungkin tersinggung dan enggak ketawa," katanya. 

4. Dipicu rasa sakit hati 

Berdasarkan keterangan polisi, pembunuhan bermula dari rasa sakit hati yang dipendam oleh pelaku karena sering dirundung oleh korban.

Akhirnya Brad Pitt Berhasil Raih Piala Oscar, Dapat Penghargaan Aktor Pendukung Terbaik

Ali Sanjaya kemudian merencanakan pembunuhan.

Tanggal 24 Januari 2020, pelaku meminta korban untuk diantarkan ke rumahnya.

Keduanya berboncengan menggunakan motor milik korban.

Tiba di lokasi kejadian, pelaku yang turun lebih dahulu langsung memukul korban hingga tewas.

5. Bakar tubuh korban untuk hilangkan jejak

Untuk menghilangkan jejak, pelaku kemudian membakar korban.

Gagal Ditangkap Panji Petualang, Pawang Buaya Australia Coba Tangkap Buaya Berkalung Ban Palu

Lalu ia pergi membawa ponsel dan motor milik korban.

Motor dan ponsel tersebut kemudian dijual ke Situbondo seharga Rp 4 juta.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved