Virus Mematikan Corona Sudah Menyebar di Singapura, Gubernur Edy Minta Tingkatkan Kewaspadaan

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memastikan tidak ada warga atau pun tenaga kerja asing yang terkontaminasi virus Corona.

Penulis: Satia |
YouTube Humas Sumut
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memastikan tidak ada warga atau pun tenaga kerja asing yang terkontaminasi virus Corona.

Sebab, hingga sampai dengan saat ini dirinya sudah mengintruksikan jajaran Forkompinda untuk melakukan pengawasan ketat melalui bandara dan pelabuhan.

Antisipasi ini guna dilakukan, agar tidak ada warga negara asing, terkhusus dari China yang masuk ke Sumut terkontaminasi virus Corona.

Baru-baru ini, lima pekerja asing di Kabupaten Karo, dikarantina oleh Dinas Kesehatan setempat. Karantina ini dilakukan selama 14 hari. Selama belasan hari, warga asal China tersebut akan dipantau aktivitas pertambangan suhu tubuhnya.

"Belum ada pernyataan secara kesehatan, lima warga asing di karo itu mengidap Corona," ujarnya, saat ditemui usai mengunjungi acara Milad HMI yang ke 73 tahun, di kantor Sekretariat HMI Sumut, Jalan Adinegoro, Kota Medan, Sabtu (8/2/2020).

Dirinya memastikan, tim akan terus bekerja untuk memantau seluruh wisatawan yang datang ke Sumut.

Seluruh stakeholder di Sumatera Utara sudah siaga menyikapi penyebaran novel coronavirus/nCoV/virus korona. Selain sudah membentuk Tim Khusus Kesiapsiagaan Penyebaran n-CoV Sumut, juga diberikan penyegaran dan pemahaman kepada seluruh pemangku kepentingan tentang wabah baru yang mematikan tersebut.

Demikian terungkap dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Penyebaran n-CoV di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (7/2). Pertemuan tersebut diinisiasi Dinas Kesehatan Sumut.

"Ini agar kita satu bahasa, satu pandangan dan satu gerak langkah menanggapi penyebaran virus korona. Dengan begitu, tidak akan ada kesalahan merespons n-CoV atau gagap menanggapi virus ini," kata Kepala Dinkes Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan usai rakor.

Diungkapkan dia, sejak wabah virus korona membahayakan dunia seluruh stakeholder terkait sudah bergerak cepat. Terutama pada pintu-pintu masuk warga negara asing ke Sumut.

Bahkan sudah pula diberikan kartu kewaspadaan kepada semua penumpang seperti di bandara, baik yang masuk maupun keluar dari Sumut. Tak hanya WNA, juga berlaku kepada WNI.

"Laporan semua manifest itukan diberikan ke kami. Namun yang akan ketat kita awasi bersama, jika dalam pemeriksaan terdapat gejala-gejala nCoV ini, mereka bakal diisolasi di rumahnya masing-masing selama 14 hari di mana ada pihak yang menjamin dari keluarganya," katanya.

Dinkes Sumut juga akan intens mengawasi orang-orang yang diisolasi tersebut. Jika ditemukan gejala-gejala suspek nCoV, penanganan akan dilanjutkan ke RSUP H Adam Malik sebagai rujukan RS isolasi wabah virus tersebut.

"Sebenarnya hal ini adalah SOP baku dan sudah berjalan. Jadi semua manifest setiap penerbangan itu ada. Mereka dapat kartu kewaspadaan selama 14 hari. Dan dia pun kalau ada terjadi apa-apa pasti segera lapor. Sebab sifatnya sudah dalam kondisi darurat, dan warning dari WHO (Badan Kesehatan Dunia). Yang terpenting harapan kita dari pertemuan ini, semua stakeholder menjadi siap dan tidak panik dalam menyikapi wabah virus nCoV," katanya.

Ciri-ciri orang terjangkit n-CoV berdasarkan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus dari Kementerian Kesehatan RI antara lain deman 38 derajat atau memiliki riwayat deman, batuk/pilek, nyeri tenggorokan, pnemonia ringan hingga berat. Namun, menurut Tim Penanganan Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa dan PINERE RSUP H Adam Malik Medan Ade Ramaini, hal lain yang paling penting diperhatikan adalah riwayat perjalanan pasien.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved