Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah

Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah

Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah 

Akibat penyiraman air keras ini mata Novel terluka parah.

Kasus ini disebut percobaan pembunuhan terhadap Novel.

Dua pelaku penyiraman Penyidik KPK, Novel Baswedan dengan air keras, RM dan RB keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk dipindahkan ke Rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) siang. Keduanya yang merupakan polisi aktif ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Warta Kota/Adhy Kelana
Dua pelaku penyiraman Penyidik KPK, Novel Baswedan dengan air keras, RM dan RB keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk dipindahkan ke Rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) siang. Keduanya yang merupakan polisi aktif ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Warta Kota/Adhy Kelana (Warta Kota/Adhy Kelana)

Pada 19 Juni 2017 Kapolri Tito Karnavian mengumumkan telah ditemukannya saksi kunci terkait kasus penyiraman terhadap Novel.

Sementara itu, pada 17 Agustus 2017 Novel menjalani operasi pertama di Singapura.

24 November 2017 Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz merilis sketsa 2 wajah orang yang diguga menjadi pelaku penyiraman air keras yang mengakibatkan rusaknya mata Novel Baswaedan.

Sketsa tersebut diklaim merupakan hasil kerja dari tim Australian Federal Police (AFP) dan Pusat Inafis Mabes Polri.

Pada 23 Maret 2018 Novel menjalani operasi yang kedua.

Kemudian, 28 Juni 2018 Novel menjalani operasi kecil pada mata kirinya.

Novel kembali bekerja di KPK setelah hampir 1,4 tahun dari peristiwa penyiraman air keras pada 27 Juli 2018.

Disebutkan Novel pernah menyebut adanya keterlibatan seorang jenderal polisi dalam kasus penyerangannya, 21 Desember 2018.

Pada 8 Januari 2019, surat tugas untuk membentuk tim khusus dalam rangka pengusutan kasus Novel Baswedan dikeluarkan oleh Polri.

(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani)

Artikel ini tayang di Tribunnews.com dengan judul Update Kasus Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan: Saya Siap Dipertemukan dengan Kedua Tersangka

(*)

Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia.

//

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengapresiasi penghargaan antikorupsi internasional yang diberikan Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) Malaysia kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

 6 Jenis Virus pada Kelelawar Buah, Ahli Patologi Imbau Hindari Kontak Langsung maupun Tidak Langsung

 Ayah Kejam Campurkan Obat Tidur ke Susu Putranya Hingga Overdosis, Tak Tahan Mendengar Tangisan Anak

Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia
Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia (Kolase Istimewa/YouTube)

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Novel memang sangat layak menerima penghargaan itu mengingat Novel merupakan salah satu korban serangan terhadap pemberantas korupsi

"Novel Baswedan dianggap sebagai sosok yang tepat menerima penghargaan ini karena pada 11 April 2017 mendapatkan serangan berupa penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal sepulangnya dari ibadah salat Subuh," kata Ali kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

 Hati-hati, Sebar Hoaks Virus Corona, Penjara dan Denda Rp 1 Milliar Menanti

Ali menuturkan, PIACCF merupakan organisasi yang didirikan untuk mendukung pegawai lembaga antikorupsi yang menjadi target atau yang terancam jiwa, keselamatan, atau kehormatannya, karena memiliki komitmen dalam penyidikan dan pemberantasan korupsi.

Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia
Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia (KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

PIACCF, lanjut Ali, juga bertujuan untuk memperkuat dukungan kolektif internasional kepada praktisi antikorupsi untuk memitigasi ancaman dan intimidasi dengan memberikan bantuan dan dukungan lain.

"Komisi Pemberantasan Korupsi berterima kasih atas perhatian dari berbagai pihak yang mendukung kerja-kerja pemberantasan korupsi," ujar Ali.

 Kebakaran Toko Cat di Jalan Sekip Diduga Berasal dari Percikan Api Rumah Sembahyang

 Ayah Kejam Campurkan Obat Tidur ke Susu Putranya Hingga Overdosis, Tak Tahan Mendengar Tangisan Anak

Ali menambahkan, penghargaan dari PIACCF kepada Novel ini juga menunjukkan bahwa kasus penyerangan terhadap Novel telah menjadi sorotan internasional.

 6 Jenis Virus pada Kelelawar Buah, Ahli Patologi Imbau Hindari Kontak Langsung maupun Tidak Langsung

Sebelumnya, kasus Novel juga sempat diangkat oleh Amnesty International dalam kongres di Amerika Serikat pada 25 Juli 2019 lalu.

 Hati-hati, Sebar Hoaks Virus Corona, Penjara dan Denda Rp 1 Milliar Menanti

Novel pun sempat menghadiri Sidang PBB di Uni Emirat Arab pada 16 Desember 2019 lalu dan menceritakan penyerangan yang dialaminya.

Adapun Novel rencananya akan bertolak ke Malaysia untuk menerima penghargaan dari PIACCF pada Selasa 

JADWAL LENGKAP LIGA CHAMPIONS - Babak 16 Besar Leg I Jadwal Main Chelsea, Liverpool, Barcelona dll

BERITA ARTIS: Video Yuni Shara Joget TikTok Bersama 4 Wanita Remaja Berseragam Sekolah Tuai Pujian

BERITA ANDRE ROSIADE - Beredar Kuitansi Hotel Nama Andre tapi Bantah Pesan Kamar, Pengakuan Wanita

Dikutip dari Kompas.com

Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved