Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah

Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah

Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah 

T R I B U N-MEDAN.com - Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah.

///

PENYIDIK Senior KPK Novel Baswedan tidak mengikuti rekonstruksi adegan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya meski berada di rumah.

Nasib Kompol Rossa, Ketua KPK Firli Bahuri Ngotot Walau Polri Batal Tarik Penyidik KPK, Gak Digaji?

Liga Inggris: Jadwal Liga Inggris Musim 2020-2021 8 Agustus, Bursa Transfer & Reaksi Juergen Klopp

Novel mengaku ia tidak menyaksikan rekonstruksi karena sempat melihat lampu jalan tidak menyala.

"Saya melihat tadi malam lokasi jalan dimatikan, lampu jalan, sehingga saya meyakini bahwa akan menggunakan lampu penerangan portable (lampu sorot)," kata Novel di depan kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2/2020).

Nasib Kompol Rossa, Ketua KPK Firli Bahuri Ngotot Walau Polri Batal Tarik Penyidik KPK, Gak Digaji?

Novel mengaku, mata kanannya yang masih bisa melihat sensitif terhadap tembakan cahaya secara langsung.

Baca juga: Polisi Sempat Lihat Novel Baswedan di Area Rekonstruksi Kasus Penyiraman Air Keras

Jika terkena sorotan cahaya secara langsung, mata kanannya itu akan mengalami iritasi.

"Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa lihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya. Pilihannya itu maka dilakukan dengan kegiatan rekon tadi saya sampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa mengikuti," tutur Novel.

Terkait keterangan yang menyebutkan Novel masih di Singapura, ia menyampaikan bahwa memang benar dirinya sempat ke Singapura.

Yuni Shara Joget Tik Tok Anysong Challenge dengan Teman-teman Anaknya di Kantin Sekolah

Namun, pada hari Senin (3/2/2020) hingga Rabu (5/2/2020) kemarin.

Ia menyampaikan bahwa ia menjalani perawatan serius terhadap matanya tersebut selagi di Singapura.

BAU KETIAK - Cara Mudah Hilangkan Bau Ketiak dan Bau Badan, Bisa dengan Bawang Putih dan Kopi

Nasib Kompol Rossa, Ketua KPK Firli Bahuri Ngotot Walau Polri Batal Tarik Penyidik KPK, Gak Digaji?

"Jadi ketika saya tidak strik, mengikuti ketentuan bahwa saya tidak boleh banyak aktivitas di mata kiri," ujar Novel.

Namun Novel sempat menengok sebentar jalannya rekonstruksi saat akan sholat subuh.

Sebelumnya Novel tidak mengikuti rekonstruksi yang dilaksanakan Polda Metro Jaya di sekitar kediamannya pada dini hari ini dan digantikan peran pengganti.

"Kami mendapatkan informasi dari dalah satu kuasa hukumnya yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sedang berada di Singapura," tutur Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti kepada wartawan di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Update Kasus Novel Baswedan, Tegaskan Siap Dipertemukan dengan Dua Tersangka

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku siap apabila dipertemukan dengan kedua tersangka, yakni RM dan RB yang merupakan anggota polisi aktif.

Hal itu disampaikan Novel ditengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (6/1/2020).

"Saya juga menyampaikan ke penyidik bahwa apabila perlu untuk mempertemukan saya dengan kedua tersangka tersebut saya siap, nggak ada masalah," kata Novel, dilansir kanal YouTube Official iNews.

Tentunya, Novel menyebut pertemuannya dengan RM dan RB mendukung upaya penyidikan.

Ada sejumlah 36 pertanyaan yang diajukan penyidik ke Novel Baswedan dalam pemeriksaan lanjutan tersebut.

Novel Baswedan mengaku tak mengenal dua tersangka penyiraman air keras terhadapnya kepada penyidik Polda Metro Jaya.

Diketahui, Penyidik senior KPK Novel Baswedan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus penyiraman air keras.

Novel tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum pukul 10.20 WIB.

"Tentunya saya hadir berkaitan dengan saya sebagai korban, maka saya berkepentingan memberikan keterangan," ucap Novel di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Hal tersebut disampaikan Novel Baswedan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV. 

Ditemani oleh pengacaranya Saor Siagian, Novel datang dengan menggunakan kemeja biru dan topi biru.

Novel Baswedan menyampaikan belum mengetahui materi yang akan ditanyakan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Saya kira itu kawan-kawan akan lebih jelas setelah saya memberikan keterangan baru saya berbicara," kata Novel.

"Saya menunggu penyidik bertanya apa dan kaitannya apa, nanti keterangan apa yang perlu saya terangkan," tambahnya.

Dua Pelaku Penyerang Novel Baswedan Ditangkap

Kepolisian RI (Polri) berhasil menangkap pelaku penyerangan Novel Baswedan setelah dua tahun terjadinya penyiraman air keras terhadap penyidik KPK tersebut.

Menurut Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, pelaku penyerangan Novel Baswedan diamankan pada Kamis (26/12/2019).

Polisi sebelumnya pernah menyebut ada temuan signifikan dari kasus teror terhadap Novel Baswedan.

"Tadi malam (Kamis malam), kami tim teknis bekerja sama dengan Satkor Brimob, mengamankan pelaku yang diduga telah melakukan penyerangan kepada Novel Baswedan," ujar Kepala Bareskrim Polri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12/2019).

"Jadi pelaku ada dua orang inisial RM dan RB. Anggota Polri aktif," imbuhnya, dilansir kanal YouTube TVOneNews.

Kasus Penyiraman Air Keras pada Novel Baswedan

Dilansir dari Kompas.com Senin (14/01/2019), kasus penyiraman air keras pada penyidik KPK, Novel Baswedan, terjadi pada dua tahun silam.

Tepatnya terjadi pada 11 April 2017.

Awalnya Novel Baswedan pulang dari salat Subuh di Masjid Al Ihsan dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tiba-tiba Novel diserang oleh orang tak dikenal dengan teror penyiraman air keras mengenai wajah Novel.

Novel pun langsung dibawa ke RUmah sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center di Menteng, jakarta Pusat.

Tak lama, pada 12 April Novel dirujuk lagi menuju Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih baus dan peralatan lebih canggih.

Akibat penyiraman air keras ini mata Novel terluka parah.

Kasus ini disebut percobaan pembunuhan terhadap Novel.

Dua pelaku penyiraman Penyidik KPK, Novel Baswedan dengan air keras, RM dan RB keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk dipindahkan ke Rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) siang. Keduanya yang merupakan polisi aktif ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Warta Kota/Adhy Kelana
Dua pelaku penyiraman Penyidik KPK, Novel Baswedan dengan air keras, RM dan RB keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk dipindahkan ke Rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) siang. Keduanya yang merupakan polisi aktif ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Warta Kota/Adhy Kelana (Warta Kota/Adhy Kelana)

Pada 19 Juni 2017 Kapolri Tito Karnavian mengumumkan telah ditemukannya saksi kunci terkait kasus penyiraman terhadap Novel.

Sementara itu, pada 17 Agustus 2017 Novel menjalani operasi pertama di Singapura.

24 November 2017 Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz merilis sketsa 2 wajah orang yang diguga menjadi pelaku penyiraman air keras yang mengakibatkan rusaknya mata Novel Baswaedan.

Sketsa tersebut diklaim merupakan hasil kerja dari tim Australian Federal Police (AFP) dan Pusat Inafis Mabes Polri.

Pada 23 Maret 2018 Novel menjalani operasi yang kedua.

Kemudian, 28 Juni 2018 Novel menjalani operasi kecil pada mata kirinya.

Novel kembali bekerja di KPK setelah hampir 1,4 tahun dari peristiwa penyiraman air keras pada 27 Juli 2018.

Disebutkan Novel pernah menyebut adanya keterlibatan seorang jenderal polisi dalam kasus penyerangannya, 21 Desember 2018.

Pada 8 Januari 2019, surat tugas untuk membentuk tim khusus dalam rangka pengusutan kasus Novel Baswedan dikeluarkan oleh Polri.

(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani)

Artikel ini tayang di Tribunnews.com dengan judul Update Kasus Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan: Saya Siap Dipertemukan dengan Kedua Tersangka

(*)

Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia.

//

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengapresiasi penghargaan antikorupsi internasional yang diberikan Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) Malaysia kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

 6 Jenis Virus pada Kelelawar Buah, Ahli Patologi Imbau Hindari Kontak Langsung maupun Tidak Langsung

 Ayah Kejam Campurkan Obat Tidur ke Susu Putranya Hingga Overdosis, Tak Tahan Mendengar Tangisan Anak

Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia
Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia (Kolase Istimewa/YouTube)

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Novel memang sangat layak menerima penghargaan itu mengingat Novel merupakan salah satu korban serangan terhadap pemberantas korupsi

"Novel Baswedan dianggap sebagai sosok yang tepat menerima penghargaan ini karena pada 11 April 2017 mendapatkan serangan berupa penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal sepulangnya dari ibadah salat Subuh," kata Ali kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

 Hati-hati, Sebar Hoaks Virus Corona, Penjara dan Denda Rp 1 Milliar Menanti

Ali menuturkan, PIACCF merupakan organisasi yang didirikan untuk mendukung pegawai lembaga antikorupsi yang menjadi target atau yang terancam jiwa, keselamatan, atau kehormatannya, karena memiliki komitmen dalam penyidikan dan pemberantasan korupsi.

Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia
Reaksi KPK, Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari PIACCF Malaysia (KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

PIACCF, lanjut Ali, juga bertujuan untuk memperkuat dukungan kolektif internasional kepada praktisi antikorupsi untuk memitigasi ancaman dan intimidasi dengan memberikan bantuan dan dukungan lain.

"Komisi Pemberantasan Korupsi berterima kasih atas perhatian dari berbagai pihak yang mendukung kerja-kerja pemberantasan korupsi," ujar Ali.

 Kebakaran Toko Cat di Jalan Sekip Diduga Berasal dari Percikan Api Rumah Sembahyang

 Ayah Kejam Campurkan Obat Tidur ke Susu Putranya Hingga Overdosis, Tak Tahan Mendengar Tangisan Anak

Ali menambahkan, penghargaan dari PIACCF kepada Novel ini juga menunjukkan bahwa kasus penyerangan terhadap Novel telah menjadi sorotan internasional.

 6 Jenis Virus pada Kelelawar Buah, Ahli Patologi Imbau Hindari Kontak Langsung maupun Tidak Langsung

Sebelumnya, kasus Novel juga sempat diangkat oleh Amnesty International dalam kongres di Amerika Serikat pada 25 Juli 2019 lalu.

 Hati-hati, Sebar Hoaks Virus Corona, Penjara dan Denda Rp 1 Milliar Menanti

Novel pun sempat menghadiri Sidang PBB di Uni Emirat Arab pada 16 Desember 2019 lalu dan menceritakan penyerangan yang dialaminya.

Adapun Novel rencananya akan bertolak ke Malaysia untuk menerima penghargaan dari PIACCF pada Selasa 

JADWAL LENGKAP LIGA CHAMPIONS - Babak 16 Besar Leg I Jadwal Main Chelsea, Liverpool, Barcelona dll

BERITA ARTIS: Video Yuni Shara Joget TikTok Bersama 4 Wanita Remaja Berseragam Sekolah Tuai Pujian

BERITA ANDRE ROSIADE - Beredar Kuitansi Hotel Nama Andre tapi Bantah Pesan Kamar, Pengakuan Wanita

Dikutip dari Kompas.com

Terkuak Alasan Novel Baswedan Gak Saksikan Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Meski di Rumah

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved