Jokowi Tak Mau WNI Eks ISIS Dipulangkan, Menteri Fachrul Razi: Saya Tidak Mau Lagi Ngomong di Media

Menurut Fachrul Razi, semua itu merupakan wewenang Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Agama, Fachrul Razi sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

"Dia sudah siap mati ya sudah, forget it, buat apa lagi," terang Soleman.

"Tidak perlu, apapun alasannya, tidak ada alasan untuk itu."

Lantas, ia pun menyinggung peraturan perundang-undangan yang terkait dengan aksi terorisme.

Menurut Soleman, siapapun yang meninggalkan tanah air untuk berperang membela negara lain, maka yang bersangkutan tak lagi menjadi warga negara Indonesia.

"Undang-undang kita sudah jelas, bertempur untuk negara asing, kehilangan kewarganegaraan," kata Soleman.

"Jadi ketika mereka pergi ya sudah forget itu, dia juga sudah forget Indonesia kok."

Bahkan, ia menyebut pemerintah tak perlu memikirkan pemulangan WNI eks ISIS itu.

"Jadi kenapa kita harus mikir-mikir dia kembali? Tidak perlu," kata dia.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Anggota DPR RI Fraksi Nasional Demokrat (NasDem), Willy Aditya.

Menurut dia, pemerintah sudah melakukan kesalahan hanya dengan memikirkan ingin memulangkan WNI eks ISIS dari Timur Tengah.

"Kita sepakat dengan apa yang dibilang oleh Pak Soleman Ponto," ujar Willy Aditya.

"Berpikir untuk mengembalikan ini aja sebuah kesalahan."

Ia bahka menduga adanya propaganda dalam isu pemulangan WNI eks ISIS ini.

"Kenapa? Terorisme itu ada counter terorisme, ada counter propaganda," terang dia.

"Artinya counter propaganda kita sangat lemah, ketika ini ada propaganda seperti ini maka dua hari lalu saya statement."

"Apakah ini orang-orang yang termakan propaganda? Atau itu bagian dari propaganda ISIS sendiri?," sambung dia.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ditanya soal Isu Pemulangan WNI Eks ISIS, Menag Fachrul Razi: Saya Tidak Mau Lagi Ngomong di Media

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved