Pakar Herpetologi LIPI Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra
Pakar herpetologi dari LIPI, Amir Hamidy angkat bicara soal aksi Norjani, pawang ular dari Mempawah dan berujung maut.
Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
"Sekitar pukul 18.30 korban di bawa ke klinik susteran yang terletak di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak dan sempat ditangani.
Tetapi nyawa korban tidak tertolong dan korban meninggal dunia," ujar Dede.
Namun, bagaimana nasib ular tersebut kini?
Dede mengatakan, pascamenggigit dan menewaskan Norjani, ular king kobra sepanjang 5 meter itu dibunuh oleh keluarga korban.
"(Ularnya) sudah dibunuh sama keluarganya," kata Dede.
Dede menerangkan, berdasarkan keterangan keluarga, ular itu ditemukan Norjani seminggu yang lalu.
"Korban itu biasa pelihara binatang, termasuk ular kobra," ujar Dede.
Selain itu, di Desa Pak Utan, Norjani dikenal pula sebagai dukun kampung atau biasa mengobati warga-warga sakit dengan teknik tradisional.
"Ya memang pandai mengobati orang dengan teknik tradisional atau dikenal sebagai dukun kampung," ungkap Dede.
Habitat Ular kobra mudah ditemukan daerah tropis, Afrika Selatan, kemudian ke pulau-pulau di Asia.
Di Indonesia, ular kobra banyak ditemukan di tengah hunian warga saat ini.
Di Indonesia, ular kobra cenderung berwarna hitam atau coklat tua.
Di bagian kepala cenderung berwarna lebih terang, sisik bawah tubuh berwarna keabuan.
Untuk dada dan leher berwarna kuning cerah dengan pola belang hitam tidak teratur.
Racun Ular korba mempunyai racun berjenis haemotoxcin dan neurotoxcin.
Racun ini bisa melumpuhkan saraf-saraf dan otot-otot korban dalam waktu hanya beberapa menit saja.
Ini juga bisa mempengaruhi pernapasan.
Obat antivenin harus diberikan segera setelah gigitan.
Karena ribuan kematian terjadi setiap tahunnya di Asia Selatan dan Tenggara.
Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), gigitan ular yang lebih besar bisa berakibat fatal tergantung pada jumlah racun.
Orang yang digigit kobra usahakan tidak banyak bergerak. Ini agar peredaran darah tidak bertambah cepat.
Jika mungkin membaluk di bagian tubuh antara luka dengan jantung, ini untuk memperlambat tapi tidak menghentikan alirah darah jatung. Segera membawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.
Pakar Herpetologi LIPI Ungkap Kenapa Ada Orang 'Merasa' tak Mempan (Kebal) saat Digigit King Kobra
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi", "Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun", "Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...", "Curhat Panji Petualang Sering Disalahkan Saat Ada Pawang hingga Anak-anak Tewas Digigit Ular"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ice-dan-kong-kobra_20170331_190746.jpg)