Larangan Tegas SBY pada Kader Demokrat di DPR terkait Kasus Jiwasraya, 'Saya Geleng Kepala'

Larangan Tegas SBY pada Kader Demokrat di DPR terkait Kasus Jiwasraya, 'Saya Geleng Kepala'

Editor: Salomo Tarigan
Tribunnews/JEPRIMA
Larangan Tegas SBY pada Kader Demokrat di DPR terkait Kasus Jiwasraya, 'Saya Geleng Kepala' 

Larangan Tegas SBY pada Kader Demokrat di DPR terkait Kasus Jiwasraya, 'Saya Geleng Kepala'

T R I B U N-MEDAN.com - Larangan Tegas SBY pada Kader Demokrat di DPR terkait Kasus Jiwasraya, 'Saya Geleng Kepala'. n 

//

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarang anggota DPR dari partainya ikut berpikir bahwa pembentukan panitia kerja (panja) terkait kasus Jiwasraya bertujuan untuk menjatuhkan sejumlah pejabat negara.

Pemkab Karo Akan Gelar Ujian SKD CPNS Selama 8 Hari, Tanggal 4 - 11 Februari

PDI P Angkat Bicara Setelah Sekjen Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK, 24 Pertanyaan Penyidik KPK

"Kepada para kader Demokrat yang menjadi anggota DPR RI dengan tegas saya larang untuk ikut-ikutan berpikir yang tidak benar itu. Itu salah besar (ikut-ikutan)," tulis SBY seperti dikutip dari catatan yang diunggah melalui akun Facebook-nya, Senin (27/1/2020).

BREAKING NEWS, Puting Beliung Porak-porandakan Pacuan Kuda Siborong-borong

SBY mengatakan, saat kasus Jiwasraya makin ramai dibicarakan, DPR mewacanakan desakan untuk membentuk Pansus.

Tujuannya agar kasus besar Jiwasraya bisa diselidiki dan diselesaikan secara tuntas.

HokBen Ekspansi ke Kota Medan, Ini Deretan Promo Momen Pembukaan di Sun Plaza

Bahkan, kata SBY, menurut sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat, kalangan dari partai koalisi pendukung pemerintah juga menggebu-gebu untuk membentuk Pansus.

Luhut Pandjaitan Geram Kasus Jiwasraya Usulkan para Tersangka Dimiskinkan, Berikut Komentar Jokowi

"Tentu ini menarik. Meskipun belakangan kita ketahui bahwa koalisi pendukung pemerintah lebih memilih panja. Bukan pansus," tutur Presiden keenam RI itu.

Tes CPNS Kabupaten Dairi Dimulai 6-19 Februari 2020, Lokasi Ujian di Hotel

SBY mengaku melakukan penggalian lebih lanjut tentang alasan pihak-pihak yang semula ingin ada pansus.

Hasilnya membuat ia terkejut karena ada niat untuk membidik dan menjatuhkan sejumlah tokoh dalam kasus Jiwasraya, yakni Menteri BUMN sebelumnya Rini Soemarno, Menteri BUMN saat ini Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Presiden Joko Widodo.

"Alasannya sungguh membuat saya “geleng kepala”. Katanya... untuk menjatuhkan sejumlah tokoh. Ada yang “dibidik dan harus jatuh” dalam kasus Jiwasraya ini," kata SBY

"Menteri BUMN yang lama, Rini Sumarno harus kena. Menteri yang sekarang Erick Thohir harus diganti.

Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan," ujar dia.

Reaksi Keras Mensesneg Pratikno dan Kegeraman Ketua DPRD DKI soal Revitalisasi Monas Tanpa Izin

Menurut SBY, belum tentu benar nama-nama yang sering disebut di publik tersebut pasti terlibat dan bersalah.

Virus Corona Berdampak ke Bisnis Lobster Langkat, Ekspor Lumpuh

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved