Identitas 2 Anggota Polisi,Pelaku Penyiram Air Keras Novel Baswedan Diringkus,Masih Bilang Rekayasa?
Identitas 2 Anggota Polisi,Pelaku Penyiram Air Keras Novel Baswedan Diringkus,Masih Bilang Rekayasa?
"Bukan seperti yang disampaikan oleh DT bahwa itu adalah rekayasa atau bohongan," tuturnya.
Yasri juga menyerahkan sejumlah barang bukti yang diharapkan mampu menguatkan gugatannya kepada yang bersangkutan.
"Barang bukti beberapa hasil percakapan yang ada di media itu, berupa video kita tunjukkan (ke penyidik)."
"Kemudian ada rekaman-rekaman dari media elektronik, Kemudian screenshot dari media cetak," bebernya.
Karena menganggap sejumlah barang bukti yang diserahkannya pada tim penyidik cukup kuat, Yasri optimistis akan ada gelar perkara untuk DT.
• Tiba di Jakarta, IU Ngaku Sudah Tak Sabar Buat Nyobain Makanan Khas Indonesia
"Saya sangat optimis. Dengan begitu (barang bukti itu) saya optimis," ucapnya.
Yasri menilai Dewi Tanjung tidak mengetahui fakta sebenarnya mengenai kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Hal itu terbukti dari adanya laporan polisi yang dibuat DT dengan tudingan Novel Baswedan telah merekayasa penyerangan tersebut.
• Ditjen Bea dan Cukai Pastikan Naiknya Cukai Tembakau Berimbas pada Harga Rokok, Berikut Harganya
Yusri menegaskan, harusnya DT terlebih dahulu memastikan fakta sebenarnya mengenai penyerangan Novel Baswedan, sebelum membuat laporan polisi.
"Yang saya lihat adalah DT harusnya melihat yang sebenarnya dulu sebelum membuat laporan," katanya.
Yasri menganggap yang bersangkutan hanya mengetahui info tentang Novel Baswedan melalui media saja.
Selain itu, DT ia nilai tidak pernah melakukan konfirmasi kepada Novel Baswedan sebelum membuat laporan.
"Dia kan hanya dari media saja. Apa dia pernah bertemu Novel secara langsung? Tidak kan? Tidak ada klarifikasi."
"Buat saya sontoloyo saja orang seperti itu," tegas Yasri Yudha.
Pria yang rumahnya hanya berjarak dua petak dari Novel Baswedan itu menegaskan, harusnya DT mengulik fakta sebelum melaporkan.
Tujuannya agar apa yang diutarakan DT tentang Novel Baswedan bukanlah hoaks semata.
"Lihat faktanya benar atau tidak. Orang itu cacat atau tidak, benar tidak peristiwa itu, jangan asal ngomong," ujarnya.
Yasri kemudian menantang Dewi Tanjung untuk membuktikan penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan merupakan rekayasa.
"Apa coba yang bisa membuktikan bahwa dia (DT) benar? Ayo kita buka sampai ke pengadilan dan saya siap, itu saja."
"Kalau memang dia fair, ayo saya jabanin sampai pengadilan," tegasnya.
• 8 Bulan Pimpin Dairi, Eddy Berutu Beber Keberhasilan Peroleh Hak Paten Kopi Sidikalang
Yasri kembali menegaskan penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan bukanlah rekayasa.
Alasannya, tidak masuk akal apabila ada seseorang yang mau merekayasa sebuah kejadian yang mengakibatkan cacat permanen pada dirinya sendiri.
"Kita lihat saja apakah itu bentuk rekayasa kira-kira?"
"Dan sekarang faktanya, mana ada sih orang yang mau mencelakakan dirinya sampai cacat permanen hingga matanya harus diganti? Logis atau tidak?" Tanya Yasri.
(*)
• Ditjen Bea dan Cukai Pastikan Naiknya Cukai Tembakau Berimbas pada Harga Rokok, Berikut Harganya
• Sodorkan Cincin Berlian, Dodit Mulyanto Pilih Lamar sang Pacar di depan Gerobak Bakso
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyerang Novel Baswedan Ditangkap, Pelaku Anggota Polri Aktif"
Identitas 2 Anggota Polisi,Pelaku Penyiram Air Keras Novel Baswedan Diringkus,Masih Bilang Rekayasa?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/novel-baswedan_20180428_122527.jpg)