Bantah Menteri KKP, Susi Pudjiastuti Blak-blakan Buka Data Ekspor Lobster Naik, Fadli Zon Bela Susi
Susi Pudjiastuti - Susi Blak-blakan Buka Data Ekspor Lobster Meningkat, Muncul Pembelaan Fadli Zon
Namun di sisi lain sebagai rekan sesama Partai, Fadli Zon yakin bahwa Edhy Prabowo dapat membuat keputusan yang bijak terkait wacana tersebut.
"Sy yakin Menteri Edhy Prabowo akan bijak bersikap," sambungnya.
• Ingin Tampil Cantik di Hari Natal? Yuk Ikuti 5 Inspirasi Make Up yang Bakal Bikin Kamu Makin Menawan
• BEDA Pendapat Susi Pudjiastuti - Menteri Edhy Prabowo soal Lobster, Jokowi Akhirnya Menanggapi
Wacana Edhy Prabowo soal Pembebasan Benih Lobster
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengungkapkan, wacana pembebasan ekspor benih lobster bertujuan mengurangi kegiatan ekspor ilegal.
Dilansir Kompas.com, pembebasan ekspor benih lobster dilakukan dengan ketetapan aturan.
"Kalau dibiarkan nyatanya penyeludupan tetap berjalan. Makanya kami buka saja (ekspor), sehingga penyelundupan di Indonesia tidak punya nilai lagi," ungkap Edhy di JCC Jakarta Sabtu (14/12/2019).
Edhy menyebut, bila ekspor benih lobster dilakukan dengan terstruktur akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang bergantung pada penjualan benih lobster.
"Daripada dijual melalui perantara, kenapa enggak langsung. Dengan siapa nanti dijual apakah dengan koperasi atau ke siapa yang tahu," ujarnya.
Ia kemudian menyebut negara menjadi penerima benih lobster secara langsung, tanpa melewati perantara atau penyelundupan.
"Kenapa kami enggak fokus pada si pemilik benih ini agar punya harga yang lebih besar?" tambahnya.
Diketahui, Susi melarang keras ekspor lobster lantaran dinilai akan menghancurkan ekosistem perkembangbiakan lobster di tanah air.
Sementara itu, Edhy mengaku memiliki cara agara ekspor benih lobster tetap menghasilkan keuntungan.
"Sebagai misal kalau kami mau budidaya dalam negeri, kan ini untuk membangun wilayah budidaya harus memasang keramba dan menyiapkan tempatnya."
"Kan butuh waktu. Apa kita harus nunggu? Sementara mereka yang tadinya tergantung juga harus makan," ungkap Edhy.
Kritikan Susi Pudjiastuti soal Wacana Ekspor Benih Lobster
Susi Pudjiastuti sangat menyayangkan kebijakan yang akan dibuat oleh Edhy Prabowo.
Melalui cuitannya, Susi menyebut harga satu backpack bibit lobster sama dengan dua motor Harley Davidson.
"1 backpack bibit lobster +_ min 8000ekor Rpnya sama dg 2 harley= 60 Brompton,
kalau bibit ini tidak diambil, di laut & jadi besar nilai jd min. 20 harley = 600 brompton,
tidak usah kasih makan, Tuhan yg memelihara, manusia bersabar,menjaga pengambilannya.
Tuhan lipatkan gandakan," tulis @susipudjiastuti, Sabtu (14/12/2019).
"Sekarang baru tahu kan bibit lobster ukurannya lebih gede dari harley," tulis Susi pada tweet lain.
Susi Pudjiastuti juga menilai, lobster yang bernilai tinggi tidak boleh punah.
"Lobster yg bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah, hanya karena ketamakan kita untuk menual bibitnya; dengan harga seperseratusnyapun tidak.
• BEDA Pendapat Susi Pudjiastuti - Menteri Edhy Prabowo soal Lobster, Jokowi Akhirnya Menanggapi
Astagfirulah .. karunia Tuhan tidak boleh kita kufur akan nikmat dr Nya," cuit Susi.
Penjelasan KKP Soal Ekspor Benih Lobster
Meskipun masih sebatas rencana, terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terkait ekspor benih lobster masih menuai pro dan kontra.
Ekspor dibolehkan dengan tujuan tak ada lagi penyelundupan.
Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lilly Aprilya Pregiwati, menjelaskan kalau pencabutan larangan ekspor benur masih dalam tahap kajian.
"Kebijakan yang tengah dikaji terutama berkaitan dengan pemanfaatan benih lobster hasil tangkapan di alam, dengan mengatur ulang perdagangan benih lobster dan rencana pengembangan teknologi pembesaran benih lobster hingga ukuran konsumsi di dalam negeri," kata Lili dalam keterangannya, Selasa (17/12/2019).
• Akhirnya 2 Wanita Seksi Bikin Video Viral Mandi Keramas di Atas Motor Melaju Diancam Pidana 3 Bulan
Menurut dia, salah satu alasan perlunya kajian mendalam terkait revisi regulasi pelarangan ekspor benur, yakni karena banyaknya keluarga nelayan yang hidupnya bergantung pada usaha penangkapan baby lobster.
"Indonesia merupakan negara penghasil benih lobster terbesar di dunia yang berasal dari hasil tangkapan di alam. Di beberapa daerah, ribuan nelayan kecil menggantungkan hidup dari perdagangan benih lobster ini," ungkapnya.
Lanjut Lili, aspek lain yang jadi pertimbangan adalah fakta kalau penyelundupan benih lobster ke luar negeri masih marak.
• BEDA Pendapat Susi Pudjiastuti - Menteri Edhy Prabowo soal Lobster, Jokowi Akhirnya Menanggapi
"Di sisi lain, penyelundupan benih lobster untuk di ekspor ke luar negeri juga marak terjadi, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu keberlanjutan ekosistem lobster di alam," ujarnya.
Sebagai catatan, benih lobster yang diselamatkan dari penyelundupan sejak 2015 sampai 12 Maret 2019 sebanyak 6.999.748 ekor dengan perkiraan nilai Rp 949,48 miliar.
• 11 Tahun Menikah, Suami Istri Ini Tak Bisa Berhubungan Badan, Ternyata Hal Ini yang Jadi Penyebabnya
• Insiden Kecelakaan Maut, Tubuh Kernet Truk Tergencet Mobil Ringsek, Kasihan Korban Akhirnya Tewas
Larangan ekspor bayi lobster memang membuat angka penyelundupan meningkat tajam.
Di awal-awal pemberlakuannya pada tahun 2016 oleh Susi Pudjiastuti, ada lonjakan penindakan penyelundupan benih.
Penindakan terhadap jaringan sindikat penyelundupan benih lobster berlangsung di sejumlah wilayah, seperti di Batam, Bandara Soekarno-Hatta, Tempat Pelelangan Ikan Kamal, serta wilayah Tangerang dan Jakarta Barat.
Penyelundupan benih lobster ke Vietnam itu diduga melibatkan sindikat oknum aparat dan bandar di Vietnam.
Dikatakannya, saat ini KKP tengah mengkaji dan merumuskan kembali kebijakan pemanfaatan benih lobster bersama para pemangku kepentingan dan para pakar dan ahli yang terdiri dari para peneliti dan akademisi.
• 12 Tips Terbaru Whatsapp, Bikin Chatting Seru, Mengetahui Siapa Saja Baca Pesan Whatsapp & Privasi
KKP juga aktif meminta masukan dan saran para pelaku usaha dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lobster di alam dan keberlangsungan ekonomi masyarakat nelayan.
"Mari kita semua bersabar menunggu hasil kajian secara komprehensif oleh KKP dan tidak membuat kesimpulan sendiri sehingga dapat menimbulkan informasi yang simpang siur," terang Lili.
Dia melanjutkan, untuk merevisi sebuah Peraturan Menteri (Permen) perlu beberapa tahapan, sebelum kemudian dikeluarkan Permen baru untuk mengganti regulasi lama.
Pelarangan ekspor benih lobster sendiri tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus), Kepiting (Scylla), dan Rajungan (Portunus) dari Wilayah Indonesia.
"Kami informasikan bahwa kebijakan ini masih dalam proses pengkajian, memerlukan waktu hingga siap untuk disosialisasikan," kata Lili.
(*)
BEDA Pendapat Susi Pudjiastuti - Menteri Edhy Prabowo soal Lobster, Jokowi Akhirnya Menanggapi
T R I B U N-MEDAN.com - BEDA Pendapat Susi Pudjiastuti - Menteri Edhy Prabowo soal Lobster, Jokowi Akhirnya Menanggapi.
//
Kebijakan yang sedang direncanakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menuai polemik.
• Prediksi Barcelona vs Real Madrid, Uji Ketajaman Trio Antoine Griezmann, Lionel Messi & Luis Suarez
• BUKAN CUMA FLU, Kencing Tikus atau Leptospirosis & Demam Berdarah! Waspada 6 Penyakit di Musim Hujan
Diketahui Edhy Prabowo berencana merevisi aturan yang melarang ekspor benih lobster.
Regulasi yang terbit pada era Menteri KKP Susi Pudjiastuti itu yakni Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.
• Insiden Kecelakaan Maut, Tubuh Kernet Truk Tergencet Mobil Ringsek, Kasihan Korban Akhirnya Tewas
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berujar, keinginan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk mencabut larangan ekspor bibit lobster, harus dilihat dari efek kemanfaatan dan lingkungannya.
Jokowi mengingatkan, ekspor bibit lobster harus memperhatikan faktor keseimbangan.
• Wacana Ekspor Benih Lobster Dikritik Susi Pudjiastuti, Jokowi: Yang Penting Negara Dapat Manfaat
Artinya, nilai tambah untuk dalam negeri harus diperoleh dan lingkungan juga tidak rusak.
Menurutnya, nasib nelayan yang selama ini menggantungkan hidupnya pada penangkapan benih lobster juga perlu diperhatikan.
• 11 Tahun Menikah, Suami Istri Ini Tak Bisa Berhubungan Badan, Ternyata Hal Ini yang Jadi Penyebabnya
"Jangan juga awur-awuran, semua ditangkapin, diekspor, juga enggak benar. Keseimbangan itu paling penting, bukan hanya bilang jangan (ekspor)," tegas Jokowi seusai meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda di Kabupaten Kutai Kertanegara, Selasa (17/12/2019).
Dikatakan Jokowi, rencana revisi yang didengungkan Edhy masih sifatnya kajian yang melibatkan banyak pakar.
"Saya kira pakar-pakarnya tahulah mengenai bagaimana tetap menjaga lingkungan, agar lobster itu tidak diselundupkan, tidak dieskpor secara awur-awuran, tapi juga nelayan dapat manfaat dari sana, nilai tambah ada di negara kita," ujar Jokowi.
"Yang paling penting, menurut saya, negara mendapatkan manfaat, nelayan mendapatkan manfaat, lingkungan tidak rusak. Yang paling penting itu," tambahnya.
Alasan Edhy
Sebelumnya, Edhy mengutarakan alasan membuka keran ekspor benih lobster, yakni agar bisa meningkatkan nilai tambah masyarakat yang hidupnya bergantung pada penjualan benih lobster.
Pasalnya, permintaan benih losbter dari Vietnam sangatlah tinggi.
Melarang benih lobster keluar dari Indonesia, di sisi lain penyelundupan komoditas tersebut justru meningkat.
"Kalau dibiarkan, nyatanya penyelundupan tetap berjalan. Makanya kita buka saja (ekspor) sehingga penyelundupan di Indonesia tidak punya nilai lagi," ungkap Edhy.
• Prediksi Barcelona vs Real Madrid, Uji Ketajaman Trio Antoine Griezmann, Lionel Messi & Luis Suarez
• 12 Tips Terbaru Whatsapp, Bikin Chatting Seru, Mengetahui Siapa Saja Baca Pesan Whatsapp & Privasi
Edhy menyatakan, membuka keran ekspor benih lobster dengan terstruktur akan meningkatkan nilai tambah masyarakat yang hidupnya bergantung pada penjualan benih lobster.
"Daripada dijual melalui perantara, kenapa enggak langsung. Dengan siapa nanti dijual, apakah dengan koperasi atau ke siapa yang tahu," ujar Edhy.
"Kemudian langsung ke negara penerima benih daripada lewat perantara lagi, penyelundupan lagi.
Kenapa kita enggak fokus pada si pemilik benih ini agar punya harga yang lebih besar?" tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Buka Suara Soal Ribut Lobster, Bela Susi atau Edhy?" dan t r i b u n palu.com
• BERITA AHOK -Reaksi Syafii Maarif Beber Mafia Migas,Jokowi Ungkap Negara Rugi 1 Triliun per Bulan
• KPK Sadap 300 Nomor Telepon, UU KPK Berlaku, Alasan Alexander Marwata Dewas KPK Belum Terbentuk
• HEBOH Rekening Kasino Kepala Daerah, Modus hingga Direspons Wakil Ketua KPK Saut Situmorang
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bantah Edhy, Susi Pamer Data Ekspor Lobster RI Meningkat Sejak 2016"
Bantah Menteri KKP, Susi Pudjiastuti Blak-blakan Buka Data Ekspor Lobster Naik, Fadli Zon Bela Susi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/beda-pendapat-susi-pudjiastuti-menteri-edhy-prabowo-soal-lobster-jokowi-akhirnya-menanggapi.jpg)