Kisah Penculik Bayi Gara-gara Takut Dicerai Suami, Imingi Rp 40 Juta dan Plasenta dari Usus Ayam
Kasus bayi hilang di Dusun Buret RT 16/06, Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, akhirnya terungkap.
Untuk meyakinkan suami, Wulandari beberapa kali mengajak memeriksakan kehamilan di dokter kandungan.
Namun saat pemeriksaan, suaminya tidak ikut masuk.
Padahal saat itu Wulandari hanya sekadar konsultasi seputar kehamilan, bukan memeriksakan kehamilan.
• Inilah Kesaksian Istri Hakim Jamaluddin, Zuraida Hanum yang Kini Diperiksa Intensif oleh Polisi
• Salip Vietnam, Kontingen Indonesia Kini Bercokol di Peringkat 2 Klasemen SEA Games
Wulandari menyuruh DS yang masih di bawah umur untuk menculik bayi pasangan Achmad Rozidin dan Siti Komariah.
Wulandari juga memberi iming-iming imbalan Rp 40 juta agar DS bisa menculik bayi malang tersebut.
Setelah DS berhasil menculik bayi itu, ia dibonceng oleh Wulandari ke rumah mertuanya.
Di sana Wulandari membangunkan suaminya, dan mengaku baru saja melahirkan.
Ulah Wulandari tak sampai situ. Ia juga menyuruh DS membeli daging sapi dan usus ayam.
Hal itu dilakukan untuk meyakinkan sang suami, daging sapi dan usus ayam tersebut dibuat seolah-olah plasenta bayi.
“Ini yang menarik, daging sapi dan usus ayam itu dipakai mengelabuhi suaminya, seolah-olah itu adalah plasenta bayi tersebut,” ujar Calvijn.
Polisi telah memeriksakan kondisi bayi itu, dan dipastikan dalam keadaan sehat.
• Sepak Terjang Irjen Martuani Sormin, Penumpas Teroris Thamrin yang Kini Ditunjuk Jadi Kapolda Sumut
• Diundang Hadiri Pelantikan, Camat Galang Ternyata Dicopot dari Jabatan
Calvijn mengaku akan kembali ke rumah korban, untuk kembali memastikan kondisi bayi ini.
Sementara terangka akan dijerat pasal 76F junto 83 Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman minimal tiga tahun, maksimal 15 tahun
Warga mengira tangisan bayi itu suara anak kambing
Ketika kabar bayi hilang itu ramai, para tetangga berbondong-bondong datang ke rumah korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penculikan-bayi-di-trenggalek.jpg)