CLBK dengan Serda Novri, Nyawa Jayanti Melayang Tragis, padahal Sudah Berkorban Habis-habisan

CLBK dengan Serda Novri, Nyawa Jayanti Melayang Tragis, padahal Sudah Berkorban Habis-habisan

Editor: Tariden Turnip
KOMPAS.com/JUNAEDI
CLBK dengan Serda Novri, Nyawa Jayanti Melayang Tragis, padahal Sudah Berkorban Habis-habisan. Serda Novri, pembunuh istri siri yang mayatnya dimasukkan dalam karung dan dibuang di saluran irigasi, saat disidang oleh Mahkamah Militer di PN Polewali Mandar, Senin (1/12/2019). 

Sejak itu Novri diketahui intens mendekati korban hingga keduanya menikah secara siri dua tahun lalu.

Sejak awal Jayanti sebetulnya tak mendapat restu keluarga untuk menikahi Novri.

Namun, karena alasan Novri sudah cerai dengan istri keduanya, begitupun dengan istri pertamaya sudah lama meninggal, keduanya pun sepakat menikah.

“Sebetulnya sejak awal saya tidak merestui dia menikah, tapi ya begitulah karena hubungannya sudah sangat dekat dan Yanti mengatakan dirnya tak mungkin lagi dipisahkan dengan Novri.

Makanya ketika itu ia menikah.

Tapi saya bilang 'nanti kalau ada masalahmu jangan mengeluh ke keluarga',” ujar ibu Jayanti, Upo, saat ditemui di kediamannya, Rabu (9/10/2019).

Sejak itulah Jayanti yang dikenal sebagai sosok perempuan ulet dan sabar ini menelan segala pil pahit hubungan rumah tangga.

Selama hampir dua tahun lebih menikah dengan Novri, keluarga mengaku hubungan rumah tangga keduanya sarat dengan konflik rumah tangga hingga berbuntut KDRT.

Upo mengatakan, selama menikah dengan suaminya, Jayanti berkali-kali mendapati anaknya jadi korban KDRT.

Beberapa kali ia menemukan wajah anaknya lebam dan memar karena mendapat perlakuan kasar.

Namun, korban sengaja menutupi wajahnya yang lebam dengan cadar agar tidak tampak di keluarga.

Upo mengenal sosok Jayanti sebagai istri yang sangat menyayangi Novri.

Saat Novri mengalami patah kaki karena kecelakaan, selama hampir satu tahun lebih Jayanti yang menjadi tulang punggung mengurus dan memapah suaminya hingga sembuh.

Ia rela berutang ke tetangga atau rentenir demi membiayai sang suami yang tak mendapat gaji apa pun dari institusinya karena desersi.

Sejak itulah korban diketahui keluarganya utang ke sana kemari demi biaya hidup dan kesembuhan sang suami yang mengalami patah kaki.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved