BEDA Reaksi PA 212 dan PKS Sikapi Pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina

BEDA Reaksi PA 212 dan PKS Sikapi Pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina

Editor: Tariden Turnip
instagram agan harahap
BEDA Reaksi PA 212 dan PKS Sikapi Pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.Foto editan Agan Harahap, Ahok pakai baju Pertamina. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahok Dikhawatirkan Bernasib Sama dengan Dwi Soetjipto di Pertamina, https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/21/ahok-dikhawatirkan-bernasib-sama-dengan-dwi-soetjipto-di-pertamina. Editor: Hasanudin Aco 

"Kita minta supaya Pak Jokowi itu membatalkan rencana ini," pinta Marwan Batubara.

Tak hanya itu, Marwan Batubara menyebut Erick Thohir seolah mengabaikan posisinya yang disebut terhormat dengan memilih Ahok.

Sehingga Marwan Batubara berharap Erick Thohir mundur jika memang pemilihan Ahok ini didasari dari keterpaksaan.

Marwan Batubara menegaskan hal itu disebabkan Ahok adalah sosok yang tidak kompeten untuk memimpin perusahaan BUMN.

"Dan kita juga minta Pak Erick Thohir itu supaya menjaga integritas, bahwa dia selama ini orang yang dihormati," tuturnya.

"Tapi kalau dia terpaksa melakukan atau menjalankan perintah ini, ya saya berharap dia mundur saja."

"Kenapa, karena yang diangkat ini tadi ya memang tidak qualified gitu," ujar Marwan Batubara.

Dengan terpilihnya Ahok, Marwan Batubara mengkhawatirkan bagaimana pandangan dunia internasional terhadap pemerintah Indonesia.

Terbaru, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuding menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengabaikan aspirasi publik dengan menunjuk Basuki Tjahja Purnama (BTP) atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

PKS menilai, sosok Ahok dinilai memiliki rekam jejak yang buruk di tengah masyarakat.

"Erick Tohir mengabaikan aspirasi publik dengan menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, karena sosok beliau yang kontroversial, baik dari kepribadiannya, jejak kasus hukumnya yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat," kata Juru Bicara PKS, Ahmad Fathul Bari kepada Tribunnews.com, Sabtu (23/11/2019).

PKS, kata dia, menyesalkan penunjukkan Ahok sebagai komisaris utama salah satu perusahaan BUMN.

Apalagi, saat ini ada sejumlah temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kasus yang menimpa Ahok saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

"Catatan tentang temuan BPK di beberapa kasus ketika beliau menjabat di DKI Jakarta, bahkan dari sisi profesionalitas, kecakapan manajerial, serta penguasaannya yang minim di bidang migas," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, penunjukkan Ahok juga dinilai tidak tepat lantaran masih banyak anak bangsa lainnya yang memiliki track record mumpuni dibandingkan Ahok.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved