BEDA Reaksi PA 212 dan PKS Sikapi Pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina
BEDA Reaksi PA 212 dan PKS Sikapi Pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina
Pengangkatan Ahok akan dilakukan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) Pertamina.
Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.
“Setelah keluar surat (persetujuan dari presiden) akan dilakukan RUPS.
RUPS akan dilakukan hari senin untuk Pertamina mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi Pertamina,” ujarnya, Jumat (22/11/2019), dikutip Tribunnews dari Kompas.com.
Sebelumnya sejumlah pihak menilai pengangkatan Ahok sebagai pejabat BUMN merupakan bencana.
Pengamat Energi Marwan Batubara menyebut pemilihan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina adalah sebuah bencana.
Bahkan Marwan Batubara berharap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pengangkatan Ahok hingga Menteri BUMN Erick Thohir juga diminta mundur.
Dilansir Tribunnews.com, hal tersebut diungkapkan Marwan Batubara dalam unggahan kanal YouTube Talk Show tvOne, Jumat (22/11/2019).
Pertama ditanya mengenai jabatan terbaru Ahok, Marwan Batubara langsung menyebutnya sebagai bencana bagi negeri ini.
"Ya bencana saja bagi bangsa Indonesia," ucap Marwan Batubara.

BEDA Reaksi PA 212 dan PKS Sikapi Pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina . Marwan Batubara (Tribunnews.com/Yurike Budiman)
Bencana yang dimaksud Marwan Batubara adalah rakyat Indonesia menjadi korban pemerintah yang menurutnya tidak bertindak independen.
Marwan Batubara menyebut ada kemungkinan pemerintah terpengaruh oleh suatu kasus atau ditekan oleh pihak tertentu.
"Artinya kita jadi korban kebijakan dari pemerintahan yang saya anggap tersandera," ungkap Marwan Batubara.
"Tersandera oleh berbagai kasus atau mungkin juga tekanan," sambungnya.
Sebelum Ahok benar-benar disahkan, Marwan Batubara berharap Jokowi membatalkan rencana tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ahok-komut-pertamina.jpg)