Sakitnya Kambuh dan Minta Diantar Berobat, Jumince Dibunuh sang Pacar, Ada Sperma dan Luka Kemaluan
Sakitnya Kambuh dan Minta Diantar Berobat, Jumince Dibunuh sang Pacar, Ada Sperma dan Luka Kemaluan
Sakitnya Kambuh dan Minta Diantar Berobat, Jumince Dibunuh sang Pacar, Ada Sperma dan Luka Kemaluan
Niat berobat akibat penyakit paru-paru yang diderita, perjuangan Jumince Sabneno (32) di Kota Makassar berakhir tragis.
Ia tewas dibunuh oleh kekasihnya sendiri Raymundus (32) saat tinggal bersama di kosan yang berlokasi di Kampung Taborong, Kecamatan Pallangga, Makassar, Senin (18/11/2019) malam.
Mayatnya dibungkus ke dalam seprai, lalu dibuang ke tepi sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Om Jumince, Nimuel Baitanu (52) pun tidak menyangka ponakan perempuannya itu tewas secara tragis.
Pasalnya, kehadiran janda dua orang anak itu di Makassar November 2018 silam hanya untuk berobat akibat penyakit paru yang diderita.
"Jadi saya panggil ke Makassar itu untuk berobat karena dia (Jumince) kan sakit paru-paru.
Jadi sempat berobat jalan enam bulan," kata Nimuel Baitanu yang juga pendeta di salah satu gerjea di Makassar.
Seiring berjalannya waktu, Jumince yang sudah menjalani pengobatan selama enam bulan, kata Nimuel Baitanu, sudah dinyatakan sembuh.
Ia pun diminta oleh tantenya (R) untuk membantu bekerja sebagai pembuat roti.
"Karena sudah baik, dia diminta sama tantenya (R) untuk bantu-bantu. Jadi dia ikut sama tantenya, disitu saya tidak komunikasi lagi sama ini ponakan (Jumince) karena saya pikir kalau sama tantenya pasti aman mi," ujarnya.
Selama bekerja membantu tantenya (R) berjualan kue di Makassar.
Jumince pun berkenalan dengan Raymundus melalui akun media sosal facebook.
Dari perkenalan itu, keduanya membangun hubungan asmara.
Puncaknya, 04 Okteber 2019, Jumince dijemput Raymundus bersama seorang rekannya di rumah tantenya di Tello, Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jumince-dihabisi-pacar-saat-minta-dibawa-berobat.jpg)