Sakitnya Kambuh dan Minta Diantar Berobat, Jumince Dibunuh sang Pacar, Ada Sperma dan Luka Kemaluan

Sakitnya Kambuh dan Minta Diantar Berobat, Jumince Dibunuh sang Pacar, Ada Sperma dan Luka Kemaluan

Editor: Tariden Turnip
muslimin emba/tribun-timur.com
Tersangka pembuang mayat wanita di tepi Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, berhasil dibekuk Tim Resmob Polda Sulsel, Rabu (20/11/2019) 

Motif Raymundus menghabisi nyawa pacarnya Jumince hanya karena persoalan biaya berobat ke rumah sakit.

Sebelum membunuh janda beranak dua itu, Raymundus dan Jumince terlibat cekcok.

Adumulut itu didasari saat Jumince meminta diantar Raymundus untuk berobat ke rumah sakit.

Raymundus yang tidak punya biayapun naik pitam dan nekat mencekik leher Jumince yang sudah sesak lantaran mengidap penyakit paru-paru diduga Tuberkulosis (TBC).

Jumince yang tewas dibunuh pun, dimasukkan ke dalam seprei lalu diikat dari luar.

Jenazahnya dibawa Raymundus ke tepi Sungai Jeneberang, menggunakan sepeda motor.

"Motif pelaku (Raymundus) yaitu karena korban (Jumince) meminta diantar berobat ke rumah sakit, tapi tidak punya biaya. Jadi sebelum dibunuh keduanya sempat berantem (cekcok)," kata Ibrahim Tompo.

Usai membunuh sang kekasih, Raymundus membungkus jenazah Jumince menggunakan seprai lalu dibawa ke tepi Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Dari hasil pengungkapan itu, jenazah Jumince pun diserahkan Biddokkes Polda Sulsel ke pihak keluarga korban untuk dimakamkan.

Nimuel mengungkapkan, pihaknya akan memakamkan jenazah Jumince sore ini juga di pekuburan Panaikang Makassar.

Terpisah, R tante Jumince mengaku sangat geram dengan kelakuan Raymundus yang nekat menghabisinya nyawa ponakannya itu.

"Seandainya bisa saya mau culok itu matanya (Raymundus) karena itu malam dia tatap saya tajam sekali waktu datang jemput di rumah," ujar R.

Namun R enggan berbicara banyak soal perkenalan dan pertemuan Jumince dengan Raymundus.

Ia khawatir ada keluarga dari Raymundus yang merupakan oknum petugas menaruh dendam kepadanya.

Fakta lain dalam kasus itu, Tim Biddokkes Polda Sulsel menemukan cairan diduga sperma.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved