Sakitnya Kambuh dan Minta Diantar Berobat, Jumince Dibunuh sang Pacar, Ada Sperma dan Luka Kemaluan

Sakitnya Kambuh dan Minta Diantar Berobat, Jumince Dibunuh sang Pacar, Ada Sperma dan Luka Kemaluan

Editor: Tariden Turnip
muslimin emba/tribun-timur.com
Tersangka pembuang mayat wanita di tepi Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, berhasil dibekuk Tim Resmob Polda Sulsel, Rabu (20/11/2019) 

"Tanggal 3 November dia (Jumince) datang ke rumah, besoknya tanggal 4 ini tersangka (Raymundus) itu datang jam 7 malam, mereka dua orang.

Dia mau jemput tapi tantenya bilang jangan, ini anak (Jumince) mau sakit," ungkap Nimuel.

Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr R Harjuno SpKJ, menunjukkan sketsa wajah mayat wanita yang dibungkus kain seprei dan diletakkan tepi di Sungai Jeneberang, Makassar
Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr R Harjuno SpKJ, menunjukkan sketsa wajah mayat wanita yang dibungkus kain seprei dan diletakkan tepi di Sungai Jeneberang, Makassar (muslimin emba/tribun-timur.com)

Lanjut cerita Nimuel, R tante Jumince pun berucap ke Raymundus dan rekannya, bahwa jika punya niat baik, bagusnya membawa keluarga untuk bertemu dengan pihak keluarga Jumince.

Namun, petuah dari sang tante R, tidak begitu digubris Raymundus.

Ia tetap bersikeras untuk membawa Jumince ke kosannya.

Jumince yang termakan rayuan Raymundus juga ingin mengikuti ajakan sang kekasih.

Keduanya (Jumince dan Raymundus) bersama seorang rekannya pun meninggalkan rumah tantenya dan menuju kosan yang berlokasi di Kampung Taborong, Kecamatan Pallangga, Gowa.

Di kosan itu Jumince dan Raymundus tinggal bersama lebih kurang sebulan sebelum akhirnya tewas dibunuh oleh sang kekasih.

"Jadi dari tanggal 4 sampai tanggal 19 kita (keluarga Jumince di Makassar) tidak legi berkomunikasi dengan Jumince. Tanggal 19 itu baru saya dapat info di sosmed Makassar dari anak saya buka fotonya, saya lihat ternyata anakku (Jumince)," ujar pendeta ini.

Dari informasi itu, sang paman Nimuel pun berkoordinasi dengan Tim Dokpol Polda Sulsel untuk mencocokkan data Jumince dengan temuan mayat yang ada.

"Saya telpon ke sini (Biddokkes Polda Sulsel) saya cocokkan ciri-cirinya ternyata betul anak saya (Jumince)," terang Nimuel.

Dari hasil pencocokan ciri-ciri itu, Tim Biddokkes Polda Sulsel pun berhasil mengungkap identitas mayat berambut pirang (Jumince).

Identitas korban ditambah keterangan keluarga pun menguatkan insting polisi untung mengungkap kematian Jumince.

Dan benar saja, Selasa (19/11/2019) sore kemarin, Tim Resmob Polda Sulsel yang dipimpin AKP Edy Sabhara Manggabarani, pun berhasil membekuk Raymundus di tempat kerjanya yang tidak jauh dari kamar kosannya.

Dari hasil interigasi polisi, Raymundus nekat membunuh Jumince dengan cara mencekik lehernya dan memukulnya menggunakan tangan serta potongan bambu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved