News Video
Penampakan Bangkai Babi Ngambang di Sungai Babura, Warga Cium Aroma tak Sedap
Belasan bangkai babi mengapung terbawa aliran Sungai Babura di Jalan Dipanegara, Padang Bulan, Kota Medan, Jumat (8/11/2019)
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Hendrik Naipospos
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara Azhar Harahap bersama Kepala Bidang Kesehatan Hewan Mulkan Harahap mengatakan, virus hog cholera atau kolera babi ini menyebar dengan cepat pada babi ternak.
"Ini ternak babi yang milik masyarakat. Bukan dari perusahaan peternakan babi," kata Azhar, Rabu (6/11/2019).
Menurut Azhar, virus ini bisa menyebar melalui udara, kotoran, atau tempat pengangkutan ternak babi dan yang berkaitan pada sanitasi.
• Pembangunan Infrastruktur Didominasi BUMN, Presiden Jokowi: BUMN Jangan Ambil Semuanya
• Polres Deliserdang Resmi Naik Status jadi Polresta, Beberapa Polsek Wilayah Hukum Medan Bergabung
• Ini Reaksi Agnez Mo Terpilih Dibuatkan Patung Lilin Koleksi Madame Tussauds Singapura
• Sabu 1,3 Kg Asal Medan Dikirim Lewat Paket ke Makassar
Meski demikian, virus ini masih menyerang pada sesama babi.
Belum pernah ditemukan ada serangan terhadap manusia.
"Walaupun sakit, ternak itu masih bisa dikonsumsi. Belum ada menyerang ke manusia," kata Azhar.
Menurut Azhar, virus pada ternak tersebut belum bisa diobati.
Pemberian vaksin hanya sebagai upaya pencegahan.
Begitu juga dengan pemberian desinfektan dan vitamin.
"Populasi babi di Sumut ada 1,2 juta. 4.682 ekor itu mati karena hog cholera," kata Azhar.
• Dokter Gigi Kasari dan Ancam Pukul Bocah 7 Tahun, Karena Menangis dan Tak Mau Cabut Gigi
• Ini Reaksi Agnez Mo Terpilih Dibuatkan Patung Lilin Koleksi Madame Tussauds Singapura
Menurut dia, beberapa waktu yang lalu ada beberapa media yang menyebut bahwa kematian ternak babi secara mendadak di beberapa kabupaten di Sumut dikaitkan dengan virus demam babi Afrika.
Namun, hingga saat ini, hasil laboratorium terdahap sampel yang diambil menunjukkan adanya serangan kolera, bukan virus demam babi Afrika.
"Kalau pun itu ASF, itu bukan kewenangan kita yang menyatakan, tapi menteri," kata Azhar.
Saat ini, Dinas Peternakan Kota Medan diminta untuk mengambil sampel terhadap bangkai babi yang mengapung di Danau Siombak dan Sungai Bedera di Kecamatan Medan Marelan.
Diberitakan sebelumnya, Camat Medan Marelan M Yunus mengatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lapangan untuk memantaiu kondisi di Sungai Bedera.
Pihaknya menemukan ada banyak bangkai babi yang mengapung.
Dia menduga, jumlahnya mencapai ratusan.
"Ini aliran dari beberapa kabupaten hingga mengalir ke wilayah kami," kata Yunus.
Bangkai babi itu sudah diketahui oleh warga sejak empat hari yang lalu.
Keberadaan bangkai itu menimbulkan aroma yang sangat tidak sedap dan mengganggu aktivitas masyarakat.
(cr23/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bangkai-babi-di-sungai-babura.jpg)