News Video

Penampakan Bangkai Babi Ngambang di Sungai Babura, Warga Cium Aroma tak Sedap

Belasan bangkai babi mengapung terbawa aliran Sungai Babura di Jalan Dipanegara, Padang Bulan, Kota Medan, Jumat (8/11/2019)

Tribun Medan
Bangkai babi di Sungai Babura, Jumat (8/11/2019) 

Belum diketahui asal bangkai babi tersebut.

Bau bangkai itu semakin menyengat apalagi dalam beberapa hari terakhir debit air sungai naik dan membawa serta sampah dari hulu.

Kata Mulkan, jika hewan ternak itu mati dalam kondisi terkena virus demam babi (Hog Cholera) haru dibakar atau di kubur.

Perihal ini dilakukan agar tidak menularkan virus yang sama kepada hewan ternak lainnya.

Katanya, jika sudah dibuang ke sungai, artinya kondisi alam sudah tercemar.

"Kalau mati itu harus di kubur agar tidak menularkan virus kepada hewan lainnya. Kalau sudah di buang ke sungai artinya itu sudah merusak lingkungan," ucapnya.

Ia juga menyesalkan kinerja dari Dinas Perternakan Kota Medan lengah dalam mengawasi hewan ternak.

"Dinas di Medan juga bisa dihubungi jangan hanya diam aja mereka tidak bekerja," jelasnya.

Mulkan mengatakan, saat ini belum ada sanksi tegas kepada warga yang mengatur tentang pembuangan bangkai hewan ternak ke sungai.

Akan tetapi, pihaknya ke depan akan berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah untuk dapat membuat satu kebijakan yang mengatur ini.

"Kalau sanksi tegas belum ada diberlakukan sampai dengan saat ini," jelasnya.

Kematian Babi di Sumut Bukan karena Virus Demam Babi Afrika

Kasus kematian babi ternak di Sumatera Utara sudah terjadi di beberapa kabupaten.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut menyebutkan, berdasarkan hasil laboratorium terhadap sampel yang diambil, penyebab kematian babi tersebut adalah virus hog cholera.

Hasil penelitian membuktikan bahwa bukan African Swan Fever (ASF), atau virus demam babi Afrika.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved