Lagu 'Pariban' Karya Siantar Rap Foundation Masuk Nominasi AMI Awards

Personel SRF Awenz yang juga pencipta lagu "Pariban" mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini.

Penulis: Tommy Simatupang |
TRIBUN MEDAN/HO
Siantar Rap Foundation atau SRF merupakan grup rap yang berasal dari kota Pematangsiantar. 

TRIBUN-MEDAN.com - Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2019 telah mengumumkan nominasi dari tiap kategori penghargaan.

Pada AMI Awards 2019, grup Siantar Rap Foundation (SRF) mendapatkan kesempatan untuk pertama kali masuk dalam nominasi. Grup yang beranggotakan empat pemuda asal Kota Pematangsiantar masuk dalam nominasi Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik.

Lagu "Pariban" yang juga menjadi OST Pariban Idola Dari Tanah Jawa (The Movie) yang dibintangi Atiqah Hasiholan akan bersaing dengan lagu Lir llir (Krontjong Toegoe feat. Waldjinah), Poco Poco (JFlow), Karna Su Sayang (Near feat. Dian Sorowea), dan Hyang Giri (Dewa Budjana feat. Soimah Pancawati). Nominasi ini pun dapat diakses di ami-awards.com.

Personel SRF Awenz yang juga pencipta lagu "Pariban" mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini.

“Ini merupakan kali pertama kita. Siantar Rap Foundation masuk menjadi nominasi dalam ajang penghargaan paling bergengsi bagi insan musik Tanah Air. Puji syukur kepada Tuhan dan kita juga ucapin terimakasih kepada AMI atas apresiasinya hingga karya kita bisa masuk nominasi di tahun 2019 ini,"ujarnya via WhatsApp, Selasa (15/10/2019).

Awenz mengatakan masuk nominasi sudah menjadi kebanggaan. Apalagi, bisa membawa musik tradisional Batak ke ajang penghargaan tertinggi di Indonesia.

“Untuk masuk menjadi nominasi saja adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kita, apalagi bisa membawa karya musik tradisional ke dalam ajang penganugerahan musik paling bergengsi ini,"katanya.

Siantar Rap Foundation dibentuk pada 16 Agustus 2013 dengan beranggotakan Awenz (Turntablist), Petrus Simarmata (Singer-Rapper), Alfred Klinton Manurung (Rapper), dan Alfred Reynaldo Sitanggang (Rapper). Hingga saat ini, SRF telah merilis empat album, yaitu Batak Swag Ethnic (2014), Tobanese (2015), Sada Dua Tolu (2016) dan Buah Roh (2016).

“Ini merupakan salah satu pencapaian spesial buat kita, dan semoga dengan masuk menjadi nominasi ami awards di tahun ini, semakin memacu kita dan teman-teman di daerah untuk berkarya,"kata Alfred Klinton.

Pada tanggal 11 Oktober 2019 lalu, Siantar Rap Foundation juga turut tampil dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional 2019 yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diadakan di Istora Senayan Jakarta, bersama dengan Jogja Hip Hop Foundation, Tuan Tigabelas, dan Saykoji.

"Dengan adanya acara-acara seperti ini, kita dapat menunjukkan karya-karya musik tradisional di tanah air. Karena memang pada dasarnya kita, Siantar Rap Foundation terbentuk untuk berkarya di jalur budaya. Ditambah dengan pengumuman dari AMI Awards 2019 bahwa kita masuk menjadi nominasi membuat kita semakin bangga bisa berkarya di jalur budaya,"ungkapnya.

Disinggung soal rencana ke depan, Siantar Rap Foundation akan merilis Studio Album mereka di tahun depan.

“Ya, untuk album berikutnya akan kita rilis di tahun depan, 2020. Untuk materi sudah selesai, hanya tinggal proses penggarapannya di studio. Untuk tajuk albumnya sendiri, kita sudah dapat judul yaitu Raptradisi,"katanya.

Penganugerahan AMI Awards 2019 kali ini adalah perhelatan ke-22 yang akan mengusung tema ‘Musik Bahasa Dunia’ dan akan disiarkan langsung pada Kamis, 28 November 2019 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.(tmy/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved