Uji Labfor Ada Alkohol pada Lambung Golfrid Hingga Terjadi Kecelakaan Tunggal, Ini Komentar Walhi
Penyebab kematian Golfrid Siregar, Advokat wahana lingkungan hidup (WALHI) Sumatera Utara, masih belum terungkap secara tuntas.
Terkait masih tindakan yang akan diambil pihak Walhi, Dana menjelaskan akan terus melakukan pengawalan pada kasus ini.
"Kami akan tetap mengawal kasus ini sampau tuntas," ungkapnya.
Terkait adanya kandungan alkohol yang terdapat di lambung korban, Dana kembali menjelaskan ini juga harus diuji, dan perlu diingat, alkohol tidak bisa di jadikan penyebab kecelakaan.
"Yang blm bisa diungkap kepolusian adalah penyebabnya apa. Sehingga kita merasa ini semua masih kabur. Dan harus terus diselidiki secara transparan. Sementara CCTV juga tidak ada yang bisa menunjukkan," katanya.
Terkait hasil uji labfor, Kepala Labfor Cabang Medan, Kombes Pol Wahyu Marsudi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan di laboratorium.
"Dari hasil pemeriksaan terhadap cairan isi lambung kita lakukan pemeriksaan secara mikrodifusi. Dengan metode itu kita temukan positif. Kemudian dari isi lambung dan jaringan sendiri kita lakukan pemeriksaan kita tidak temukan adanya perubahan. Jadi kesimpulan dari hasil pemeriksaan bahwa cairan positif alkohol," kata Wahyu.
"Kita periksa korban 6 hari berselang setelah kejadian dan masih terdeteksi adanya alkohol. Jadi dari hasil ini kita analisa bahwa si korban itu mengkonsumsi alkohol cukup banyak," sambungnya.
Kenapa cukup banyak, lanjut Wahyu karena alkohol mempunyai sifat mudah menguap jadi kalau hanya mengkonsumsi mungkin hanya sedikit 2 hari mungkin sudah hilang.
"Tapi ini hari keenam kita periksa masih terdeteksi," jelas Wahyu.
Pada kasus ini polisi juga ungkap tiga pelaku pencurian barang-barang milik Golfird.
Adapun identitas para pelaku yakni, Kempes, Feri dan Wandes yang merupakan warga Selambo, Percut Sei Tuan.
Feri menceritakan bagaimana kejadian itu berlangsung.
"Saat itu ada sekitar 15 orang di lokasi dan tidak ada yang mau bantu.
Korban posisi telungkup kendaraan lima langkah dari korban. Saat itu kami baru antar teman dari Simpang Pos. Pas dibawa Underpass kami lihat keramaian terus kita lihat korban berdarah. Karena tidak ada yang bantu, kami inisiatif bantu bawa korban ke RS Mitra Sejati," kata Feri.
Sedangkan Wandes mengatakan bahwa dirinya yang berinisiatif membawa korban ke RS Mitra Sejati.
Saat itu dompet korban terjatuh saat akan dinaikkan ke atas tempat tidur sorong dan diambilnya.
"Dompet saya kantongin. Habis itu saya bergegas ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan mencuci becak. Begitu aku mau balikan, terus berpikir untuk pulang aja. Dari dalam dompet saya ambil uang Rp 150 ribu rupiah," kata Wandes.
Sedangkan di dalam dompet tertinggal KTP serta kartu ATM. yang kemudian diserahkan kepada Kempes.
"Dompetnya saya buang di kali (sungai). Isinya hanya tinggal KTP, ATM dan beberapa kartu lainnya," kata Kempes.
"Saya mendapat bagian Rp 100 ribu dibilang teman untuk sarapan. Itu dari hasil menjual Laptop dan HP seharga Rp 550 ribu dan berkas kami tinggalkan," jelasnya.
Terakhir, dari hasil pemeriksaan sementara korban meninggal karena laka tunggal.
(mft/mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/golfrid-siregar-aktifis-walhi-sumut-2.jpg)