Jokowi Sebut KKB Papua Turun Gunung Bakar Rumah Warga Wamena, lalu Bikin Hoaks Konflik Antar-etnis
Kerusuhan berdarah di Wamena, Papua, dimanfaatkan segelintir oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks kerusuhan antar-etnis.
Menurutnya, polisi hingga saat ini fokus dalam merehabilitasi fasilitas-fasilitas yang rusak.
"Saat ini fokus aparat keamanan melakukan proses rehabilitasi terhadap fasilitas yang rusak. Itu pun langsung mendapat dukungan dari pemerintah pusat, agar bisa cepat pulih kembali," tuturnya.
Di sisi lain, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, pihaknya sudah menyampaikan jaminan keamanan di lokasi tersebut.
Para pengungsi juga akan segera dikembalikan apabila situasi sudah membaik.
"Dengan jaminan keamanan, insyaallah nanti para pengungsi yang sudah ditampung, ada di Polres Jayapura, ada di Kodim, kemudian di gereja, dan masjid-masjid. Itu nanti akan berangsur-angsur kalau kondisi psikologisnya cukup baik akan dikembalikan ke Wamena," paparnya.
Polri juga mengklaim kondisi di Wamena sudah berangsur kondusif.
Dedi Prasetyo mengatakan, jaminan keamanan sudah diberikan oleh TNI-Polri hingga sejumlah kepala suku setempat.
"Tadi saya sudah komunikasi langsung dengan Kapolda Papua, secara umum situasi sudah kondusif," ucapnya.
"Ada jaminan dari TNI-Polri dan beberapa kepala suku yang ada di Wamena, termasuk kepala suku lembah Baliem," ungkapnya.
Dedi mengatakan, kepala-kepala suku tersebut sangat menyesalkan kerusuhan.
Mereka juga tak ingin para pengungsi meninggalkan Wamena.
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, kepala-kepala suku menilai para pengungsi saat ini sudah berkontribusi bagi Bumi Cendreawasih.
"Kepala-kepala suku tidak menghendaki lokasi itu ditinggalkan oleh penduduk pendatang Papua. Karena mereka (para pengungsi) sudah cukup banyak memberikan kontribusi kepada Papua, khususnya di Wamena," paparnya.
Baca: Kisah Jenderal Ahmad Sukendro yang Jadi Target Penculikan G30S/PKI, Tapi Akhirnya Selamat
Baca: G30S 65 - Udar Kisah Para Mantan Pasukan Cakrabirawa, Trauma dan Takut Kembali ke Indonesia
3.000 Orang Dievakuasi
Sementara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, sekitar 3.000 orang sudah dievakuasi dari Wamena.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warga-asli-papua-bantu-warga-pendatang.jpg)