Wali Kota Sibolga dan Kapolres Imbau Warga Tidak Lagi Memakan, Membunuh dan Menangkap Penyu

Wali Kota Sibolga Syafri Hutauruk meminta masyarakat Sibolga agar tidak lagi memakan, menangkap dan membunuh penyu.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/HO
Wali Kota Sibolga dan Kapolres Imbau Warga Tidak Lagi Memakan, Membunuh dan Menangkap Penyu. Seekor Penyu berbobot besar ditaksir 100 kilogram yang sebelumnya terjaring nelayan. 

Pelepasan didampingi Babhinkamtibmas Kota Beringin Hadi Sitanggang dan Danposmat Gunung Kecamatan Tapian Nauli, Lambok Marbun.

Baca: GEMPA HARI INI-Gempa Bumi 5 SR Guncang Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera

Baca: VIRAL Pernikahan Batal setelah Terbongkarnya Penyamaran Calon Pengantin Pria yang Ternyata Wanita

“Penyu diturunkan dari karung dengan diangkat 6 orang. Karung dan tali yang mengikat penyu diputus dan digiring menuju Laut. Dengan cepat, Penyu itu berenang dan kembali ke habitatnya,’’ ujar Damai.

Dengan peristiwa ini, Damai berharap pemerintah segera turun melakukan langkah preventif agar kejadiaan serupa tidak terulang.

Menurutnya wilayah pesisir kabupaten bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, namun juga tanggungjawab Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Sumut serta Balai Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.

“Kita minta baik itu BBKSDA dan DKP Sumut, kemudian dibantu pemerintah setempat tingkatkan langkah preventif apakah sosialiasi atau pendampingan," sebut Damai.

"Jangan kemudian tunggu ditangkap baru ditindak, sementara sosilisasi jarang dilakukan, ini kan yang kita sesalkan,” sambungnya.

Baca: Remaja Putri 16 Tahun Diperkosa Kekasih dan 5 Teman Pria, Bunuh Diri karena Waswas Video Tersebar

Baca: Suami Pasang CCTV di Rumah, Tak Menyangka Istri Lakukan Hal Ini hingga Berikan Pengakuan Ini

Masih kata Damai, ketidaktahuan masyrakat ini membahayakan keberadaan hewan langkah tersebut. Komanntab bukan sekali dua kali menemukan kasus serupa. Mirisnya, upaya pemerintah masih terlalu minim melindungi habitat penyu.

“ini sudah masuk bulan bertelur hingga sampai ke awal tahun baru nanti. Kita akan lebih sering menemukan penyu naik ke darat di pantai di Tapteng," urainya.

"Kalau masyarakat tahunya nangkap dan dijual, ya habislah penyu-penyu ini semua,” pungkas Damai.

(mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved