Wali Kota Sibolga dan Kapolres Imbau Warga Tidak Lagi Memakan, Membunuh dan Menangkap Penyu

Wali Kota Sibolga Syafri Hutauruk meminta masyarakat Sibolga agar tidak lagi memakan, menangkap dan membunuh penyu.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/HO
Wali Kota Sibolga dan Kapolres Imbau Warga Tidak Lagi Memakan, Membunuh dan Menangkap Penyu. Seekor Penyu berbobot besar ditaksir 100 kilogram yang sebelumnya terjaring nelayan. 

"Terimakasih pak polisi atas informasi yang diberikan. Karena selama ini kami tidak tahu kalau Penyu Sisik ini salah satu hewan yang dilindungi oleh UU," ucap Edwin menirukan perkataan salah seorang nelayan yang telah mendengar informasi sosialisasi yang dilakukan Polres Sibolga.

"Penyu ini masuk dalam kategori hewan dilindungi, karena ada spesifikasinya. Apalagi Penyu bersisik sudah jarang ditemui. Mari kita jaga bersama kelestarian alam dan lingkungan, untuk generasi yang akan datang," pungkas Edwin.

Sadar Penyu Sisik Seberat 100 kg yang Terjaring Langka,Nelayan Urung Jual, Sudah Ditawar Rp 600 Ribu

Seekor Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) dengan berat sekitar 100 kilogram berhasil dilepaskan di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga Sumut, pada Minggu (1/9/2019) kemarin.

Sebelumya, hewan langka itu terjaring dua orang nelayan dan sempat ingin dijual seharga Rp 600 ribu.

Nelayan yang menemukan penyu, Nurdin Simatupang mengaku tak sengaja menjaring penyu raksasa saat mencari ikan di Pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga, pada Minggu (1/9/2019) pukul 06.00 WIB pagi.

Karena tidak mengetahui bahwa penyu ini hewan yang dilindungi, Nurdin bersama rekanya Mahmud Siregar lantas membawanya pulang dan sempat ingin menjualnya.

Beruntung informasi itu diketahui, salah seorang anggota, Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), yang kemudian berkoordinasi dengan pihak keamanan, lalu meminta Nurdin untuk tidak menjual penyu itu.

"Sudah sempat ada yang menawar seharga Rp 600 ribu. Tapi kami ditelepon kalau Penyu itu dilindungi, jadi kami batalkan menjual," kata Nurdin.

Nurdin mengaku baru pertama kali mendapatakan penyu di Perairan Pulau Poncan Gadang, dirinya juga tak menyangka bisa mendapatkan penyu langkah sebesar itu.

Baca: Kisah Heroik Legenda Persipura Jayapura Selamatkan SPBU dari Kebrutalan Massa, Pakai Baju Pegunungan

Baca: Sedang Hamil, BBKSDA Tunda Pelepasan Tapir yang Terjebak di Kolam Lumpur di Desa Bandar Selamat

Baca: Info Intelijen, Jaringan Internasional Terlibat Aksi Rusuh Papua

“Baru kali ini kami dapat Penyu dan memang di perairan Poncan itu jarang terlihat Penyu," ujar Nurdin.

Sementara itu, Co Koordinator Komantab, Damai Mendrofa mengatakan keberadaan penyu langka itu diketahui setelah salah seorang warga melapor kepada anggota Komantab sambil menunjukkan video dan foto kedua nelayan membawa penyu tersebut.

Begitu mendapatkan informasi, Tim Komantab bersama Polisi dan TNI AL, kemudian melakukan penelusuran.

"Akhirnya kita ketemu kedua nelayan itu. Penyunya saat itu sempat berada di atas becak. Sudah sempat ditawar seseorang Rp 600 Ribu,’’ kata Damai.

Baca: Ruben Onsu Masukkan Betrand Peto ke Sanggar Ananda dan Belajar Akting, Ini Alasannya

Baca: Kasat Reskrim Polrestabes Medan Berjanji dan Minta Waktu Tangkap Begal Loper Koran: Mohon Doanya

Baca: PAPUA TERKINI, Setelah Kantor Gubernur Papua Dijarah, Ini 6 Imbauan Lukas Enembe, Polri Larang 5 Hal

Setelah diberi penjelasan, dua nelayan yang sebelumnya tidak paham, jadi sadar dan memilih melepaskan hewan langka tersebut, tepat pukul 14.30 WIB di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved