Ditetapkan Sebagai Direktur Utama PT. Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo Fokus Tiga Hal ini
Sebelumnya, Muchammad Budi Utomo merupakan alumnus Fakultas Bisnis dan Manajemen United States International University, Watford, Inggris.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tepat hari ini, Jumat (23/8/2019), Muchammad Budi Utomo ditetapkan sebagai Direktur Utama PT. Bank Sumut Periode 2019-2023 dan Rahmat Fadillah Pohan ditetapkan sebagai Direktur Operasional PT Bank Sumut Periode 2019-2023.
Sebelumnya, Muchammad Budi Utomo merupakan alumnus Fakultas Bisnis dan Manajemen United States International University, Watford, Inggris.
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tanggal 30 Oktober 2018, ia diangkat sebagai Komisaris Non Independen yang tercatat pada Akta No. 13 Notaris Risna Rahmi Arifa, SH.
Jabatan yang pernah diemban Muchammad Budi Utomo antara lain Pemimpin Wilayah Sumatera PT. Bank Danamon (2000-2003), Pemimpin Wilayah Jawa Barat PT. Bank Danamon (2003-2004), Consumer Mass Market Head PT. Bank Danamon (2005-2006) Executive Vice President Danamon Simpan Pinjam (2007-2010), Bank Danamon Syariah Bussiness Head (Executive Vice President) (2010-2014) dan Komisaris Non Independen PT. Bank Sumut (2018-2019).
Diakui Budi Utomo, selama 57 tahun Bank Sumut hanya mengandalkan captive market yakni ASN, sehingga hal ini membuat Bank Sumut terlena. Kedepannya, Bank Sumut akan mempunyai platform yang baik.
"Kita fokus akan fokus pada people (manusia), sebab people akan merubah karakter, karakter akan menjadi culture. People harus berubah, kita akan bertarung di market place, untuk menjadi manusia yang kompetitif," ucap Budi Utomo usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2019 Bank Sumut yang diadakan di Ruang Rapat Lantai 3, Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol No 18, Medan, Jumat (23/8/2019).
Ia menjelaskan dalam hal rekrutmen karyawan pun harus disiplin dan mengikuti tes resmi, sehingga akan berdampak pada Bank Sumut dalam lima tahun kedepan.
Selain itu, pihaknya juga akan fokus pada proses banking yang modern sehingga proses banking jadi efisiensi.
"Makanya kita tidak bisa lari dari IT Bank Sumut karena banyak hal yang bisa di otomated sehingga biaya operasional itu akan lebih murah," kata Budi Utomo.
Diharapkannya, produk produk Bank Sumut ini mampu bersaing di market place bersama dengan perbankan-perbankan yang lain.
"Produk Bank Sumut bisa dibilang sudah ketinggalan 10 tahun dibandingkan bank-bank lain terbukti sekarang orang sudah bicara QR Code, orang sudah bicara platform, web banking dan sebagainya dan kita masih masih berkutat debit card dan sebagainya," kata laki-laki kelahiran Jakarta, 2 Januari 1966 ini.
"Bank Sumut sudah perlu kuantum, loncatan jauh itu. Sekarang kami mengajak tim dan teman-teman dari luar yang tujuan bukan untuk okupansi Bank Sumut tapi mempercepat akselerasi," tambah Budi Utomo.
Kinerja keuangan Bank Sumut, per Juli 2019, untuk total aset sebesar Rp 33.661 miliar, laba bersih senilai Rp 326 miliar, dana pihak ketiga sebesar Rp 27.285 miliar dan penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp 22.366 miliar.
Di sisi lain, Rahmat Fadillah Pohan selaku Direktur Operasional PT Bank Sumut Periode 2019-2023 ini sudah lebih dulu menyelesaikan pendidikan strata satunya dari Fakultas Akutansi STIE Nusa Bangsa Medan pada tahun 1988.
Jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Senior Vice President Payment Center Head PT Bank Danamon (Oktober 2010-Desember 2015), Senior Vice President Payment & Banking Head Service Head PT Bank Danamon (Januari 2016- November 2018) dan Senior Vice President Head Office Operation Control Head PT Bank Danamon (November 31 Mei 2019).
(nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pimpinan-pt-bank-sumut-periode-2019-2023.jpg)