Korban Hipnotis Anna Serahkan Uang Rp 325 juta, Pelaku Temani Korban Cairkan Tabungan

Peristiwa bermula, pada Selasa (16/7/2019), saat itu Anna hendak ke pasar untuk belanja kebutuhan pokok di seputaran Jalan Jamin Ginting.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Korban Hipnotis Anna Serahkan Uang Rp 325 juta, Pelaku Temani Korban Cairkan Tabungan. Korban Anna (dua dari kanan) bersama ketua Peradi saat menjelaskan kasus hipnotis yang dialaminya. 

Kemudian para pelaku mengajak korban untuk membeli buah lantaran pelaku yang mengaku pegawai Bank BRI mengaku lapar dan seorang vegetarian.

“Kami pergi ke tokoh buah di Kelurahan Tanjung rejo. Terus saya bilang gimana mau makan buah, pisau tak ada belum dicuci," ucap Anna.

"Enggak apa-apa buk pertolongan pertama saja ini, sahut wanita komplotan hipnotis.

Setelah itu, perempuan itu permisi ke toilet, sementara Anna dibiarkan memilih buah.

Anna ingat saat itu, dia memasukkan buah apel, pir, anggur ke keranjang.

Baca: Nenek Boru Lubis Justru Minta Ikan ke Petugas saat Polisi Sweeping Narkoba TPI Tanjung Beringin

Namun wanita tadi tak kunjung datang. Anna mulai sanksi kenapa wanita itu kok tak balik-balik dari toilet.

Karena curiga Anna mencari wanita itu diluar, namun setiap orang yang ditanyanya tak ada yang mengetahui.

“Saya terus minta tolong sama penjaga toko dan diantarkan ke kamar mandi. Pas saya lihat sama karyawan toko ke toilet, wanita itu tidak ada," sebut Anna.

Saat itulah Anna mulai sadar bahwa dirinya telah terkena hipnotis. Ia mengaku bingung dan tak tahu harus berbuat apa.

“Aduh sudah kena tipu saya ini. Kemudian saya lari ke depan dan orang berdatangan. Kalian bantulah saya tolong. Saya sudah kena hipnotis. Bantulah saya, habis uang saya sama mereka. Bantulah saya tolong,’’ ucap Anna memelas meminta bantuan.

Tak lama kemudian, datang sepasang suami istri yang hendak berbelanja membantu menelpon anaknya. Kebetulan nomor HP anak Anna tersimpan di dompetnya.

Sedangkan uang yang diambilnya di Bank. Raib dibawa komplotan pelaku.

Setelah bertemu dengan anaknya dan berkeluh-kesah tentang kejadian yang baru dialaminya, Anna lalu melaporkan peristiwa tidak mengenakan itu ke Polsek Medan Sunggal.

Ketua PBH Peradi Medan, Rumintang Naibaho mengatakan bahwa modus hipnotis seperti ini bukan sekali terjadi.

Dari laporan ke Peradi sudah ada tiga korban yang mengadu termasuk Anna. Para korban rata-rata lansia yang sudah berkepala enam.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved