Berita Medan

Guru Madrasah di Medan Menangis Rumahnya Dirusak, Tak Tau Surat Rumahnya Sudah Berpindah Tangan

Tak tahu surat rumahnya sudah berpindah tangan, guru Madrasah di Medan menangis rumahnya dirusak.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Tria Rizki

Ditanya perihal surat rumah tersebut, Syelvia mengungkapkan jika sebelum permasalahan ini muncul surat tanah tumah tersebut masih berada di bank karena belum lunas dan ibunya masih memiliki hutang. Ia mengaku, pada tahun 2019 lalu pihak bank sempat memberikan informasi kepada Syelvia jika rumah tersebut akan dilelang karena masuk dalam aset menunggak. 

Ia mengaku, memang orangtuanya masih memiliki hutang di bank tersebut sebesar empat juta rupiah. Dimana, jika diakumulasikan dengan seluruh bunga maka ia diminta membayar sebesar Rp 25 juta. 

Tak ingin kehilangan rumahnya, dirinya mengaku saat itu langsung ke bank tersebut untuk mempertanyakan langkah yang bisa diambil. Setelah berkoordinasi dengan pihak bank, Syelvia diarahkan untuk ikut menjadi peserta lelang dengan mengikuti serangkaian proses yang ditentukan oleh bank. 

"Karena saya punya niat bayar, ya saya ikuti. Saya diminta jadi peserta lelang dengan persyaratan awal jadi nasabah, saya diminta nabung pertama Rp 10 juta. Bahkan saya saat itu dijanjikan sama orang lelang jadi pemenang, karena alasan saya itu penghuni rumah," jelas wanita yang mengenakan hijab berwarna merah ini. 

Namun, berjalannya waktu hingga tahun 2020 ia mengetahui jika surat rumahnya sudah berpindah tangan ke salah satu agen properti yang diketahui mitra dari bank tersebut. Hingga singkat cerita, permasalahan surat rumahnya berakhir adanya pengerusakan dan permintaan ia angkat kaki dari rumahnya.

(mns/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved