Banjir dan Longsor di Sumut
Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolir Bencana di Taput, Ini Kata Anggota DPRD Taput Jimmy Tambunan
Lima desa di tiga kecamatan yang masih terisolir akibat bencana di Taput, anggota DPRD Taput Jimmy Tambunan buka suara.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Tria Rizki
Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolir Akibat Bencana di Taput, Begini Kata Anggota DPRD Taput Jimmy Tambunan
TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Beberapa hari ini, seorang anggota DPRD Taput Jimmy Tambunan serahkan bantuan ke daerah yang terisolir akibat bencana alam di Taput. Hingga kemarin, Kamis (27/11/2025), anggota Komisi C dari PDIP ini menyampaikan bantuan kepada warga di Desa Sibulanbulan, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Taput.
Awalnya direncanakan menggunakan perahu agar bisa tiba di lokasi tersebut. Namun karena material longsoran dan banjir, pihaknya tak sanggup menjangkau lokasi tersebut. Dengan berbagai upaya, sekitar 20 orang warga tersebut berjalan hingga titik terdekat pengambilan logistik.
Logistik pangan pun akhirnya tiba di dapur umum yang telah didirikan warga sekitar.
"Kita tadi awalnya menyalurkannya menggunakan perahu. Namun karena material longsor dan banjir bandang, kita akhirnya sepakat dengan warga sekitar agar logistik dijemput di titik yang paling dekat. Daerah terakhir yang bisa kita jangkau dari lokasi," terang Jimmy Tambunan, Kamis (27/11/2025) malam.
Ia menjelaskan, ada setidaknya lima desa di tiga kecamatan yang masih terisolir. Dengan demikian, pihaknya mengutamakan penyaluran bantuan pangan ke titik terisolir.
Di Kecamatan Pahae Julu ada tiga desa yang masih terisolir yakni Pangurdotan, Simardangiang, dan Lumban Dolok.
Di Kecamatan Purbatua, desa yang masih terisolir adalah Desa Sibulanbulan. Dan, di Kecamatan Pahae Jae ada di Desa Aek Puli.
"Kita utamakan dulu yang terisolir. Ini juga menjadi catatan bagi kita agar warga desa yang terisolir bisa mendapatkan bantuan bencana. Saat ini, mereka membutuhkan alat berat agar material bencana bisa dibersihkan," terangnya.
Ia kisahkan, ada sebanyak 80 KK yang terisolir di Desa Sibulanbulan tersebut. Kini mereka sudah dirikan dapur umum agar seluruh masyarakat bisa menikmati dari dapur yang sama.
"Ada 80 KK di Desa Sibulanbulan. Kita berharap mereka juga bisa dapatkan bantuan dari saudara-saudara kita yang lain," terangnya.
Teranyar , ia serahkan bantuan pangan juga ke dapur umum yang berada di Desa Sukamaju Aek Puli, Kecamatan Pahae Jae.
Selain serahkan bantuan, ia juga bercengkrama dengan warga sekitar.
"Kita juga berharap warga yang menjadi korban bencana alam ini tetap bersabar dan semangatnya segera pulih kembali," lanjutnya.
Hari ini, ia berencana juga ke Adiankoting untuk mengunjungi warga terdampak.
"Khusus untuk daerah terisolir, kita berharap bantuan bisa segera didistribusikan," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
| Puasa Tinggalkan Kampung Halaman, Curhat Warga Korban Banjir Garoga: Gak Perlu Kami Baju Lebaran |
|
|---|
| AKHIRNYA Kementerian Lingkungan Hidup Gugat 6 Perusahaan di Sumut Rp 4,8 Triliun |
|
|---|
| Data BNBA Korban Bencana Sumut Rampung, Gubsu Bobby: Tinggal Tunggu Realisasi Anggaran |
|
|---|
| DAFTAR 6 Perusahaan di Sumut Digugat Kementerian LH Imbas Banjir Sumatera, Dua di PN Medan |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Normalisasi Sungai dan Sawah di Tukka, Akui Bona Lumban Paling Parah |
|
|---|