TRIBUN WIKI
RSU Ibu Kartini Kisaran: Jejak Kolonial Belanda di Asahan
RSU Ibu Kartini Kisaran merupakan rumah sakit peninggalan Belanda yang menjadi jejak kolonial di Asahan./
TRIBUN-MEDAN.COM,- Ketika Belanda menjajah Indonesia, mereka tidak hanya meninggalkan duka dan eksploitasi saja.
Belanda juga meninggalkan jejak infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.
Misalnya saja di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Di Kabupaten Asahan ini, masih bisa dilihat jejak kolonial yang bertahan hingga tahun 2026.
Baca juga: 5 Masjid Tertua dan Bersejarah di Kota Medan, Ada yang Dibangun dengan Putih Telur
Jejak sejarah itu berupa RSU Ibu Kartini Kisaran, yang pada masa kolonial dikenal sebagai Catharina Hospital.
Keberadaan rumah sakit ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri perkebunan di Asahan pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Saat itu, pemerintah Hindia Belanda bersama perusahaan-perusahaan perkebunan membangun berbagai fasilitas pendukung, mulai dari jalur kereta api, permukiman pekerja, sekolah, hingga rumah sakit.
Seluruh infrastruktur tersebut menjadi bagian dari pembangunan wilayah Afdeling Asahan, salah satu pusat administrasi kolonial di Pantai Timur Sumatra.
Baca juga: Kisah Kaharuddin Nasution, Komandan RPKAD Asal Medan yang Pernah Menjadi Gubernur Sumatera Utara
Hingga kini, bangunan RSU Ibu Kartini masih berdiri dan tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Meski telah mengalami berbagai renovasi, rumah sakit ini masih menyimpan sejarah panjang tentang perkembangan Kota Kisaran pada masa kolonial.
Sayangnya, masih ada sejumlah kisah mengenai asal-usul nama rumah sakit yang belum memiliki bukti sejarah yang kuat sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut.
Dibangun Saat Asahan Menjadi Pusat Perkebunan Kolonial
Sejarah rumah sakit ini berkaitan erat dengan berkembangnya industri perkebunan di Asahan.
Setelah dibukanya perkebunan tembakau, karet, dan kelapa sawit di Pantai Timur Sumatra, pemerintah Hindia Belanda membentuk wilayah administrasi Afdeling Asahan pada 1867.
Baca juga: 5 Tokoh Kopassus Asal Sumut, Ada Pendiri Pasukan Antiteror dan Jadi Menteri
Menurut penelitian dalam Jurnal Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan, perkembangan perkebunan menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan fasilitas kesehatan bagi pegawai Eropa maupun para pekerja perkebunan.
Karena itu, sejumlah perusahaan perkebunan membangun rumah sakit di sekitar wilayah operasionalnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/RSU-Ibu-Kartini-Kisaran-atau-Catharina-Hospital.jpg)