Selasa, 7 Juli 2026

TRIBUN WIKI

10 Bangunan Era Kolonial di Kota Medan yang Beralih Fungsi, Nomor 4 Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda

Ada 10 bangunan era kolonial di Kota Medan yang sampai hari ini masih bertahan, tapi sudah dialihfungsikan.

Tayang:
Editor: Array A Argus
Instagram @bobbynst
SUPERMARKET PERTAMA DI MEDAN- Gedung Warenhuis merupakan supermarket pertama di Kota Medan yang bangunannya masih berdiri kokoh hingga saat ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Siapa diantara kalian yang suka jalan-jalan keliling Kota medan?

Jika kalian sering berkeliling di seputaran kota, pasti akan melihat sejumlah bangunan era kolonial yang masih bertahan hingga saat ini.

Meski ada yang bertahan, tapi fungsinya kini tak lagi sama.

Ada yang sama sekali sudah berubah fungsi, karena menyesuaikan perkembangan zaman.

Baca juga: Hotel De Boer atau Grand Inna, Hotel Tertua di Medan yang Pernah Didatangi Raja Leopold II

Di beberapa bangunan era kolonial ini, kamu masih bisa menemukan jejak-jejak sejarah perkembangan Kota Medan.

Mulai dari kantor pemerintahan, mal, hingga rumah sakit yang kini sudah tutup dan beralih fungsi.

Dengan mempelajari sejarah-sejarah bangunan era kolonial di Kota Medan ini, besar harapan bahwa kisah tersebut bisa diteruskan hingga ke anak cucu.

Sebab, jika kita tidak mengenali sejarah sendiri, maka sejarah itu akan hilang, meski bangunannya masih ada.

Oleh karena itu, kami pun coba suguhkan informasi beberapa bangunan era kolonial yang masih ada, tapi telah berubah fungsi.

Baca juga: Jejak Negeri Samurai di Tanah Deli, dari Masa Pendudukan dan Kuburan Jepang Deli Tua

10 Bangunan Era Kolonial yang Sudah Berubah Fungsi

Berikut ini adalah 10 bangunan era kolonial yang masih bertahan tapi sudah berubah fungsinya. 

1. Balai Kota Lama Medan

Gedung Balai Kota Lama, Medan Sumatera Utara
Gedung Balai Kota Lama, Medan Sumatera Utara (Tribun Medan)

Balai Kota Lama mulai digunakan sejak Medan resmi menjadi Gemeente pada 1909.

Selama puluhan tahun bangunan ini menjadi pusat pemerintahan Kota Medan, mulai dari masa Hindia Belanda hingga Indonesia merdeka.

Sekitar 1990, seluruh aktivitas pemerintahan dipindahkan ke Balai Kota baru di Jalan Kapten Maulana Lubis.

Baca juga: Sejarah Pasar Horas Pematangsiantar yang Menjadi Jantung Perdagangan Kota

Kini bangunan berarsitektur klasik tersebut menjadi bagian dari kompleks Grand CityHall dan dimanfaatkan sebagai restoran serta ruang pertemuan, sementara fasad aslinya tetap dipertahankan sebagai bangunan cagar budaya.

Kajian arsitektur menunjukkan gedung ini masih mempertahankan karakter arsitektur klasik Eropa yang kuat.

2. Hotel De Boer (Grand Inna Dharma Deli)

HOTEL TERTUA DI MEDAN- Hotel De Bour atau yang kini bernama Grand Inna Medan adalah hotel tertua di Medan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
HOTEL TERTUA DI MEDAN- Hotel De Bour atau yang kini bernama Grand Inna Medan adalah hotel tertua di Medan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. (Facebook/Instagram Grand Inna)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 02:00 WIB
Portugal
Portugal
VS
Spain
Spanyol
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 07:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Belgium
Belgia
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 23:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Egypt
Mesir
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved