TRIBUN WIKI
Profil Mian Sirait, Penyandang Disabilitas Penyumbang Medali Emas untuk Sumut
Mian Sirait adalah atlet para taekwondo asal Sumatera Utara yang sebelumnya dikenal sebagai atlet para atletik.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Mian Sirait adalah penyandang disabilitas yang merupakan atlet berprestasi
- Pada Pancasila Cup 2 2026, Mian Sirait memperoleh medali emas pertamanya di ajang taekwondo
- Mian sebelumnya fokus di cabang atletik, dan sudah pernah memperoleh medali emas juga
TRIBUN-MEDAN.COM,- Mian Sirait adalah atlet para taekwondo asal Sumatera Utara yang sukses mencuri perhatian lewat prestasinya di ajang Pancasila Cup 2 2026.
Ia meraih medali emas di kelas K41 under 70 kilogram dan menjadi salah satu penyumbang penting bagi keberhasilan Sumut menjadi juara umum.
Mian Sirait berlatar klasifikasi disabilitas T46.
Baca juga: Profil Brigjen TNI Purn Teddy Hernayadi, Pati TNI yang Divonis Hukuman Seumur Hidup
T46 adalah kode klasifikasi disabilitas untuk cabang olahraga atletik (lari/lompat), menurut standar Komite Paralimpiade Internasional / World Para Athletics.
Yang menarik dari Mian adalah dia bukan pendatang baru di dunia olahraga.
Sebelumnya ia dikenal sebagai atlet para atletik dan masih tampil di Peparnas 2024, saat ia menyumbangkan dua medali emas dan satu perunggu untuk Sumut.
Baca juga: Profil Roony Bardghji, Winger Barcelona Incaran Klub Raksasa Lahir di Kuwait Keturunan Suriah
Perpindahannya dari atletik ke taekwondo menunjukkan bahwa ia punya daya juang tinggi dan kemampuan beradaptasi yang baik di cabang olahraga berbeda.
Di Pancasila Cup 2, prestasinya terasa spesial karena emas itu disebut sebagai emas nasional pertamanya di taekwondo.
Sebelumnya, pada edisi tahun lalu, ia hanya membawa pulang perunggu.
Baca juga: Profil Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Pernah Diperiksa KPK, Gajinya Ratusan Juta Hartanya Rp 72 M
Profil Mian Sirait
Mian Sirait adalah atlet para taekwondo asal Sumatera Utara yang sebelumnya dikenal sebagai atlet para atletik.
Ia lahir pada 14 Juli 1994 dan berasal dari Sumatera Utara.
Dari namanya, Mian ini merupakan orang Batak.
Sebab, marga Sirait merupakan cabang dari marga suku Batak Toba.
Baca juga: Profil Komjen Panca Putra Simanjuntak, Eks Kapolda Sumut Resmi Dilantik Jadi Kalemdiklat Polri
Karier Mian di dunia olahraga terbilang cukup unik.
Ia berprestasi di dua cabang olahraga berbeda.
Di para atletik, ia sudah cukup lama aktif dan dikenal sebagai atlet lari jarak menengah.
Setelah itu, ia beralih ke para taekwondo dan langsung memberi hasil penting untuk Sumut.
Keberhasilannya di Pancasila Cup 2 mempertegas bahwa Mian adalah atlet yang kompetitif dan konsisten.
Baca juga: Profil Achmad Syahri As Siddiqi, Anggota DPRD Jember yang Merokok dan Main Game saat Rapat
Ia tidak hanya mengejar medali, tetapi juga membuktikan bahwa perpindahan cabang olahraga bisa menjadi langkah maju jika dilakukan dengan tekad dan latihan yang tepat.
Makin Semangat
Mian Sirait mengaku makin bersemangat setelah ia meraih medali emas.
Mian mengatakan, medali emas yang ia peroleh di Kejuaraan Taekwondo Pancasila Cup 2 ini adalah medali emas pertamanya di cabang taekwondo.
Baca juga: Profil Adela Kanasya Adies, Dokter Muda yang Gantikan Ayahnya Jadi Anggota DPR RI dari Golkar
“Tahun lalu saya meraih medali perunggu, dan tahun ini bisa meraih medali emas. Ini menjadi medali emas pertama saya di taekwondo untuk level nasional,” ujar Mian kepada Tribun Medan, Rabu (20/5/2026).
Dalam dunia olahraga, Mian sempat fokus pada ajang atletik.
Namun, ia kemudian beralih ke taekwondo karena merasa dasar fisik yang terbentuk selama menjadi atlet lari sangat membantu saat beradaptasi dengan olahraga bela diri tersebut.
Baca juga: Profil Eileen Wang, Mantan Wali Kota di California AS yang Mengaku Jadi Mata-mata Tiongkok
“Ketika di atletik saya sudah terbentuk fisik dan otot kaki yang kuat. Saat pindah ke taekwondo, fisik itu masih bisa dikombinasikan. Jadi di taekwondo saya tinggal belajar teknik dan konsentrasi,” katanya.
Pria berusia 31 tahun itu menjelaskan, sekitar 75 persen kekuatan fisik yang dibutuhkan di atletik ternyata memiliki kesamaan dengan kebutuhan fisik di taekwondo, seperti daya tahan, kecepatan, hingga endurance.
Selain itu, faktor regenerasi di cabang atletik yang semakin ketat juga menjadi salah satu pertimbangannya untuk mencoba tantangan baru di dunia para taekwondo.
Baca juga: Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Mantan Ajudan Prabowo di Kopassus Kini Jadi Kepala BAIS
“Kalau di atletik semua klasifikasi bermain bersama, sementara di taekwondo ada pembagian kelas seperti 58 kilogram, 63 kilogram, sampai 70 kilogram. Jadi peluang bersaing juga lebih terbuka,” jelasnya.
Meski begitu, proses adaptasi dari atletik ke taekwondo tidak sepenuhnya mudah.
Atlet asal Kabupaten Toba ini mengaku tantangan terbesarnya berada pada penguasaan teknik dan mental bertanding.
Pada penampilan pertamanya di ajang nasional para taekwondo, ia mengaku masih mengalami demam panggung dan belum memahami ritme pertandingan kategori kyurogi.
“Waktu event pertama saya masih belum tahu permainan di kategori kyurogi. Teknik masih kurang, mental bertarung juga belum bagus dan saya masih demam panggung,” ungkapnya.
Namun pada Pancasila Cup 2 tahun ini, ia merasa mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik, baik dari sisi teknik maupun mentalitas saat bertanding.
Kepercayaan dirinya semakin meningkat karena mendapat banyak dukungan dari rekan-rekan sesama atlet para taekwondo yang telah lebih dulu berpengalaman.
Mian bahkan harus menghadapi lawan tangguh pada partai final, yakni atlet asal DIY bernama Dedi yang merupakan peraih medali emas Peparnas 2024 dan juga bagian dari Pelatnas.
“Rival saya kemarin peraih emas Peparnas 2024 dan ikut Pelatnas. Itu menjadi tantangan berat buat saya. Tapi sejak awal saya optimis bisa merebut emas karena mendapat dukungan dari teman-teman,” katanya.
Untuk mengatasi tekanan dan rasa gugup sebelum pertandingan, Mian memilih menenangkan diri dengan mendengarkan musik menggunakan headset agar tidak terlalu memikirkan kekuatan lawannya.
Ia mengakui penampilannya di ajang tersebut sebenarnya masih belum maksimal. Menurutnya, teknik bertarung dan kelenturan gerakan masih perlu banyak diperbaiki karena dirinya masih terbawa karakter atlet lari yang cenderung kaku.
“Kalau secara penampilan saya merasa masih 50 persen. Saya masih kaku, terutama saat sparing. Di taekwondo itu harus lentur dan enjoy saat bermain,” ujarnya.
Meski demikian, Mian menilai kunci kemenangannya terletak pada mental pantang mundur selama pertandingan berlangsung.
“Kunci kemenangan saya itu jangan mundur. Mau sakit kena tendangan, ya tetap enjoy saja bermain. Saya anggap bertanding melawan diri sendiri, bukan melawan lawan,” ucapnya.
Usai meraih emas di Pancasila Cup 2, Mian kini mulai menatap target berikutnya. Ia berharap mendapat kesempatan tampil pada seri para taekwondo yang kabarnya akan berlangsung di Bandung pada Juli mendatang.
Ia bertekad terus meningkatkan kemampuan demi memberikan prestasi terbaik bagi Sumatera Utara dan Indonesia.
“Harapan saya dan teman-teman tentu bisa terus berkembang sampai level nasional yang lebih tinggi, bahkan kalau bisa ke internasional,” pungkasnya.
Biodata Mian Sirait
-
Nama: Mian Sirait
-
Tanggal lahir: 14 Juli 1994
-
Asal: Sumatera Utara
-
Profesi: Atlet para taekwondo dan mantan atlet para atletik
-
Naungan: NPC Sumut
-
Klasifikasi disabilitas: T46 (para atletik), K41 (para taekwondo)
Perjalanan Karier
-
Memulai karier sebagai atlet para atletik nomor lari jarak menengah
-
Berkecimpung di cabang atletik sekitar 10 tahun
-
Masih tampil di Peparnas 2024 dan menyumbang medali untuk Sumut
-
Beralih ke cabang para taekwondo untuk mengembangkan kemampuan fisik
Prestasi
-
Medali emas para taekwondo kelas K41 under 70 kg di Pancasila Cup 2
-
Membantu Sumut menjadi juara umum di Pancasila Cup 2
-
Dua medali emas dan satu perunggu pada Peparnas 2024 cabang para atletik
-
Pernah meraih medali perunggu nomor 400 meter T45/46 putra
-
Emas di Pancasila Cup 2 disebut sebagai emas nasional pertama di cabang taekwondo
(cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mian-Sirait-peraih-medali-emas.jpg)