TRIBUN WIKI

Film Pesta Babi Tentang Apa? Ada Salib Merah Simbol Perlawanan Orang Asli Papua

Film Pesta Babi mengisahkan perjuangan Orang Asli Papua (OAP) dalam mempertahankan tanah leluhurnya dari eksploitasi hutan besar-besaran.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Youtube
PESTA BABI- Film dokumenter Pesta Babi sedang ramai dibicarakan karena isinya yang bagus. Selain itu, netizen heboh lantaran nobar film Pesta Babi dibubarkan TNI. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Diskusi tentang film Pesta Babi: Kolinilisme di Zaman Kita masih menjadi topik hangat di tengah-tengah masyarakat, khususnya kalangan aktivis.

Banyak yang penasaran dengan film ini, karena massifnya aksi pembubaran nonton bareng di banyak tempat.

Pembubaran yang terjadi dimana-mana itu memunculkan rasa penasaran yang sangat besar terhadap film ini.

Baca juga: Alasan TNI Ungkap Kekhawatiran soal Film Pesta Babi: Konten Tidak Melalui Sensor Resmi

Orang rela mengantre untuk menyaksikan film ini.

Sebab, dalam film ini digambarkan bagaimana kondisi Orang Asli Papua (OAP) setelah Proyek Strategis Nasional (PSN) berjalan. 

Tidak hanya itu, dalam film juga dibeberkan nama-nama 'pemain' perkebunan yang ada di lingkar kekuasaan.

Lalu, apa sih isi film Pesta Babi: Kolinilisme di Zaman Kita ini?

PESTA BABI- Film dokumenter Pesta Babi sedang ramai dibicarakan karena isinya yang bagus. Selain itu, netizen heboh lantaran nobar film Pesta Babi dibubarkan TNI.
PESTA BABI- Film dokumenter Pesta Babi sedang ramai dibicarakan karena isinya yang bagus. Selain itu, netizen heboh lantaran nobar film Pesta Babi dibubarkan TNI. (Youtube)

Tentang Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita merupakan film dokumenter karya Dandhy Laksono & Cypri Dale.

Soal Larangan Nobar Film Pesta Babi, Yusril Ihza Mahendra: Biarkan Masyarakat Menonton

Mereka mengangkat isu tentang alam, dan kondisi Orang Asli Papua (OAP) di Papua Selatan (wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi).

Dalam film digambarkan bagaimana suku-suku asli Papua mempertahankan tanah, hutan, dan identitas budaya mereka dari ekspansi proyek besar, seperti perkebunan tebu, sawit, food estate, dan industri bioenergi, atas nama ketahanan pangan dan pembangunan negara.

Tim sempat merekam dan mewawancarai sejumlah suku di Papua, seperti Marind, Awyu, Yei, dan Muyu.

Keempat suku ini merasa tersingkir setelah lahan leluhur mereka diubah menjadi kawasan industri.

Hutan yang menjadi sumber hidup mereka dibabat habis.

Baca juga: Nobar Film Pesta Babi di UIN Suska Riau Terhenti, Listrik Tiba-tiba Padam

Karena kerusakan hutan yang begitu massif, masing-masing suku itu kemudian membangun aliansi perlawanan, demi mempertahankan hutan yang menjadi sumber hidup mereka.

OAP kemudian mendirikan salib merah di banyak tempat, khususnya di hutan-hutan adat.

Kini, OAP tidak hanya berhadapan dengan perusahaan besar.

OAP juga dihadapkan dengan militer.

Ada kisah-kisah memilukan yang terjadi setelah militer masuk ke Tanah Papua. 

Nama 'Pemain Besar' Sektor Perkebunan

Yang membuat film ini semakin menarik adalah ketika tim mengangkat satu nama keluarga konglomerat yang telah lama bermain di sektor perkebunan.

Baca juga: Natalius Pigai Kecewa Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan: Pelarangan Harus Lewat Putusan Pengadilan

Dalam film, keluarga tersebut dikisahkan sangat dekat dengan rezim.

Mereka ingin mengelola sawit dan juga perladangan tebu.

Untuk menguatkan klaim keterlibatan keluarga tersebut, dipampang sejumlah foto saat mereka bersama dengan penguasa ketika berada di Papua.

 Di sisi lain, ada juga nama pengusaha terkenal yang menjadi kontraktor pemerintah.

Pengusaha itu ditunjuk untuk menyiapkan ratusan ekskavator ke tanah Papua untuk membuka lahan.

Baca juga: Film Pesta Babi Buat Pemerintah Ketar-ketir, Singgung Pembongkaran Mitos Dikuasai Asing

Nama pengusaha itu bahkan disebut sebagai tim pemenangan calon presiden pada momen Pemilu.

Itulah sedikit gambaran tentang film Pesta Babi.

Jika Anda ingin tahu isi asli film Pesta Babi, Anda dapat menyaksikannya sendiri lewat komunitas-komunitas di kota Anda.

FILM DOKUMENTER- Dandhy Laksono bersama Cypri Jehan Paju Dale (antropolog & peneliti budaya Papua) baru saja merilis film dokumenter Pesta Babi. Film ini menggambarkan kolonialisme di era kekinian yang berdampak pada kehidupan masyarakat suku Papua Selatan.
FILM DOKUMENTER- Dandhy Laksono bersama Cypri Jehan Paju Dale (antropolog & peneliti budaya Papua) baru saja merilis film dokumenter Pesta Babi. Film ini menggambarkan kolonialisme di era kekinian yang berdampak pada kehidupan masyarakat suku Papua Selatan. (X/Dandhy Laksono)

Tidak Ada di LK21 dan Tidak Dikomersilkan

Masyarakat yang penasaran dengan film Pesta Babi lantas mencarinya di berbagai platform nonton gratis, seperti LK21.

Namun perlu ditegaskan, bahwa film Pesta Babi tidak ada di LK21.

Jika ada yang menyebut bahwa film ini ada di LK21 itu, merupakan informasi yang keliru.

Baca juga: Jadi Sorotan Pembubaran Nobar Pesta Babi oleh Aparat TNI, LBH: Melanggar Kebebasan Berekspresi

Dandhy Dwi Laksono, selaku pembuat film tidak mengkomersialisasikan karyanya ini.

Bila Anda ingin menyaksikan film tersebut, Anda dapat melihatnya di acara nonton bareng.

Umumnya, kegiatan nonton bareng diadakan oleh komunitas.

Jadi, film Pesta Babi tidak tersedia secara resmi di platform streaming umum (seperti Netflix, Disney+, dll.) atau dijual legal dalam bentuk DVD/unduhan berbayar.

Anda juga bisa mengaksesnya di link berikut ini.

Silakan klik.

(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved