TRIBUN WIKI
Daftar Bahan Dapur Alami yang Tidak Disukai Tikus Penyebar Hantavirus
Ada 7 bahan dapur yang sangat tidak disukai oleh tikus penyebar Hantavirus. Cara menggunakannya sangat sederhana dan mudah.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Tikus adalah hewan pengerat yang menjadi sumber pembawa penyakit
- Baru-baru ini, beredar Hantavirus yang disebut dibawa oleh tikus
- Hantavirus dapat penyebabkan demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah. Pada kasus yang lebih berat, penderita akan mengalami gangguan pernapasan berat yang dapat mengancam jiwa
- Untuk mengusir tikus, Anda cukup menggunakan 7 bahan dapur alami
TRIBUN-MEDAN.COM,- Keberadaan tikus di dalam rumah, khususnya di area dapur, bukan sekadar masalah kebersihan atau kerusakan barang saja.
Hewan pengerat ini dikenal sebagai pembawa dan penyebar berbagai penyakit berbahaya, salah satu yang paling serius adalah Hantavirus.
Penyakit ini bisa menular lewat kontak langsung atau tidak langsung dengan urin, kotoran, atau air liur tikus, bahkan melalui debu yang sudah terkontaminasi dan terhirup tanpa disadari.
Baca juga: Hantavirus Belum Ada Obatnya, Medis Pakai Ribavirin untuk Pertolongan Pertama
Dapur menjadi tempat favorit tikus karena mudah mendapatkan makanan, tempat bersembunyi, dan lingkungan yang hangat.
Jika tidak segera ditangani, risiko terpapar penyakit seperti Hantavirus, leptospirosis, atau salmonellosis akan semakin besar bagi seluruh anggota keluarga.
Seperti dilansir dari Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Diponegoro (2021, Vol.14 No.2), tikus memiliki indra penciuman yang sangat sensitif, sekitar 200 hingga 300 kali lebih tajam dibandingkan manusia.
Baca juga: Mengenal Gejala Wabah Hantavirus yang Tewaskan 3 Penumpang MV Hondius Belanda
Hal inilah yang menjadi kunci untuk mengusirnya secara alami.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa zat kimia alami yang terkandung dalam banyak bahan dapur biasa mampu menyebabkan iritasi pada selaput lendir hidung, mengganggu sistem saraf penciuman, hingga mengacaukan kemampuan mereka mendeteksi makanan.
Akibatnya, tikus akan merasa sangat tidak nyaman, menganggap area tersebut berbahaya, dan secara otomatis menjauh atau pergi mencari tempat tinggal lain yang lebih aman bagi mereka.
Baca juga: Mengenal Tyto Alba, Burung Hantu Pengendali Tikus yang Viral Ditembak Mati Warga Belu
Selain itu, data dari Jurnal Entomologi Indonesia (2022, Vol.19 No.1) juga menegaskan bahwa senyawa aktif seperti belerang, minyak atsiri, capsaicin, dan alkaloid yang ada di bumbu dapur berfungsi sebagai penolak alami hama yang aman.
Berbeda dengan racun kimia yang berisiko bagi anak-anak, hewan peliharaan, dan bisa mencemari makanan, penggunaan bahan dapur ini terbukti efektif mengurangi populasi tikus sekaligus menurunkan risiko penularan penyakit seperti Hantavirus.
Jurnal International Journal of Environmental Research and Public Health (2023) bahkan mencatat bahwa penggunaaan bahan alami ini dapat menurunkan tingkat kontaminasi bakteri dan virus di area dapur hingga lebih dari 60 persen jika dilakukan secara rutin dan benar.
Baca juga: Pengobatan Awal Paparan Virus Nipah yang Mulai Menjangkit Secara Global
Menggunakan bahan dapur untuk mengusir tikus adalah cara cerdas, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
Anda tidak perlu membeli alat mahal atau bahan berbahaya, cukup memanfaatkan apa yang sudah ada di dapur Anda sehari-hari.
Berikut adalah daftar lengkap bahan dapur yang paling dibenci tikus, lengkap dengan alasan ilmiah mengapa mereka tidak menyukainya dan cara tepat menggunakannya agar hasilnya maksimal dan efektif melindungi keluarga dari bahaya penyakit yang dibawa tikus.
Baca juga: Penyebab Super Flu Virus Meningkat, dan Cara Mencegahnya
Daftar Bahan Dapur yang Tidak Disukai Tikus & Cara Penggunaannya
1. Bawang Putih & Bawang Merah
Kenapa tikus tidak suka? Kedua jenis bawang ini mengandung senyawa aktif bernama allicin dan belerang (sulfur) yang menghasilkan bau sangat menyengat dan tajam.
Bagi manusia baunya mungkin biasa saja atau sedap saat dimasak, namun bagi tikus, aroma ini sangat menyakitkan dan mengiritasi saluran pernapasan serta selaput lendir hidung mereka.
Bau ini dianggap sebagai sinyal bahaya, seperti bau gas beracun, sehingga mereka akan menghindar sejauh mungkin.
Cara penggunaan:
Geprek atau iris kasar beberapa siung bawang putih atau bawang merah, lalu letakkan di sudut dapur, di bawah lemari, dekat tempat sampah, atau jalur yang sering dilalui tikus.
Ganti dengan yang baru setiap 2–3 hari sekali atau saat baunya sudah mulai berkurang.
Bisa juga direbus dengan air lalu airnya disemprotkan ke celah-celah dinding.
2. Cabai & Lada (Hitam/Putih)
Cabai dan lada mengandung zat capsaicin pada cabai dan piperin pada lada, zat yang memberikan rasa pedas dan panas yang kuat.
Senyawa ini tidak hanya terasa pedas jika masuk mulut, tapi uap dan aromanya saja sudah cukup membuat mata, hidung, dan kulit tikus terasa perih dan panas. Indra perasa mereka menjadi terganggu, mereka sulit mengenali bau makanan, dan akhirnya meninggalkan tempat tersebut.
Jurnal kesehatan menyebutkan ini salah satu penolak paling cepat bereaksi.
Cara penggunaan:
Bisa gunakan bubuk cabai, bubuk lada, atau cabai kering yang dihancurkan.
Taburkan tipis di jalur masuk tikus, lubang, atau sudut ruangan.
Hati-hati jangan sampai terhirup Anda atau terkena mata.
Atau campurkan 2 sendok makan bubuk cabai/lada dengan 1 liter air, rebus sebentar, dinginkan lalu semprotkan ke celah-celah.
3. Cuka Putih
Cuka putih memiliki zat utama asam asetat dengan tingkat keasaman tinggi dan bau yang sangat tajam & masam.
Bau ini sangat merusak reseptor penciuman tikus dan bertahan lama di udara.
Selain mengusir, cuka juga berfungsi membersihkan dan membunuh bakteri serta sisa virus yang mungkin tertinggal dari kotoran atau urin tikus, sehingga sangat membantu mencegah penularan Hantavirus.
Cara penggunaan:
Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1, masukkan ke botol semprot.
Semprotkan ke sudut dapur, lemari makanan, bawah wastafel, dan area yang sering dilewati.
Bisa juga celupkan kapas ke cuka murni, taruh di wadah kecil, letakkan di sudut ruangan.
Lakukan 2 hari sekali agar baunya tetap ada.
4. Daun Salam
Daun salam mengandung minyak atsiri, eugenol, dan cineol yang menghasilkan aroma khas, kuat, dan sedikit pahit.
Aroma ini tidak disukai tikus karena jika terhirup terus-menerus akan mengganggu sistem pencernaan dan membuat mereka mual.
Penelitian di Jurnal Kesehatan Lingkungan menyebutkan daun salam juga efektif mencegah tikus beranak atau bersarang di sekitar tempat penyimpanan makanan.
Sangat aman diletakkan dekat bahan makanan.
Cara penggunaan:
Ambil daun salam segar atau kering, remas sedikit agar aromanya keluar, lalu letakkan di rak makanan, lemari piring, sudut lemari, atau sudut dapur.
Bisa juga dihancurkan menjadi serbuk lalu ditaburkan.
Ganti seminggu sekali agar tetap ampuh.
5. Cengkeh
Cengkeh memiliki kadar eugenol yang sangat tinggi, zat yang baunya sangat kuat, tajam, dan sedikit pedas.
Bagi tikus, aroma ini sangat mengganggu hingga ke sistem saraf pusat mereka, membuat mereka pusing dan tidak tenang.
Menurut penelitian, efektivitas cengkeh bahkan lebih tinggi dibanding bawang putih, karena baunya bertahan sangat lama dan sangat dibenci hampir semua jenis hewan pengerat.
Cara penggunaan:Taruh biji cengkeh utuh di sudut ruangan atau di dalam wadah kecil di lemari makanan.
Atau teteskan minyak cengkeh pada bola kapas, letakkan di jalur tikus.
Cukup sedikit saja, aromanya sudah sangat kuat dan awet hingga 1–2 minggu.
6. Kayu Manis
Kayu manis mengandung zat kumarin dan minyak atsiri yang beraroma manis namun tajam dan pedas.
Bagi manusia baunya wangi dan hangat, tapi bagi tikus aroma ini sangat mengganggu indra penciuman dan membuat mereka sulit bernapas dengan nyaman.
Keunggulannya, sangat aman digunakan di dekat makanan, tidak merusak benda, dan sekaligus membuat ruangan wangi.
Cara penggunaan:
Gunakan batang kayu manis utuh atau bubuk kayu manis.
Taburkan bubuk di sudut dapur atau ikat batang kayu manis lalu gantungkan di lemari atau sudut ruangan.
Ganti sebulan sekali atau saat baunya mulai hilang.
7. Minyak Kayu Putih / Minyak Peppermint
Kayu putih mengandung mentol dan cineol yang menghasilkan aroma dingin, tajam, dan menyengat.
Bau ini sangat ampuh menutupi bau makanan yang ada di dapur, sehingga tikus tidak bisa mencium bau makanan dan kehilangan ketertarikan datang ke sana.
Selain itu, sensasi dingin dan tajam ini membuat tikus merasa pusing dan tidak nyaman berlama-lama di tempat tersebut.
Cara penggunaan:
Teteskan 3–5 tetes minyak kayu putih atau peppermint ke bola kapas atau kain kecil, lalu letakkan di celah dinding, bawah lemari, atau jalur masuk tikus.
Ulangi setiap 3–4 hari agar aromanya tetap kuat.
Dengan memanfaatkan bahan-bahan dapur di atas, Anda tidak hanya mengusir tikus secara aman dan alami, tetapi juga sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga dari ancaman Hantavirus dan penyakit lain yang dibawa hewan pengerat ini.
Kuncinya adalah rutin mengganti bahan agar aroma penolak tetap terjaga, serta tetap menjaga kebersihan dapur dan menutup rapat makanan agar hasilnya lebih maksimal dan bertahan lama.(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tikus-pembawa-Hantavirus.jpg)