Berita Medan

Tangis Rumiatik Sibarani Pecah, Kaget Dengar Anak Kedua Diduga Korban Pencabulan oleh Tetangganya

Menurut Rumiatik, kejadian bermula saat K pergi membeli jajanan di kedai milik Wak Ahmad yang tak jauh dari rumah mereka.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
Rumiatik Sibarani menangis histeris mengingat anaknya menjadi korban pencabulan oleh tetangganya di kawasan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (10/5/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Tangis Rumiatik Sibarani (40), warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pecah saat berada di Polrestabes Medan, Minggu (10/5/2026).

Air matanya mengalir setiap kali mengingat pengakuan putri keduanya, berinisal K (10), yang menjadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri, bernama Ahmad disapa Wak Ahmad (60).

Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, itu mulai terkuak dua hari kemudian, setelah seorang tetangga lain bernama Rando mencurigai kejanggalan dan memaksa korban bicara.

Menurut Rumiatik, kejadian bermula saat K pergi membeli jajanan di kedai milik Wak Ahmad yang tak jauh dari rumah mereka.

Saat korban hendak pulang, Wak Ahmad justru melarangnya pergi dan menyuruhnya duduk.

Di situlah dugaan pencabulan terjadi.

"Saat itu saya sedang pergi wirid, istri pelaku pun ikut wirid. Waktu itu anak saya beli jajan, dia sudah mau pulang, tapi tidak dikasih. 'Tunggu dulu' katanya," ujar Rumiatik menirukan ucapan terlapor.

Tak hanya itu, korban disuruh duduk di kursi, lalu ditindih oleh terduga pelaku.

Kejadian itu mungkin tak akan pernah terungkap jika bukan karena Rando, seorang tetangga yang kebetulan melintas dan mencurigai gerak-gerik terduga pelaku.

"Si Rando ini mendobrak pintu. Wak Ahmad ini langsung berdiri, Saya anggap dia malaikat karena mendobrak pintu. Jadi dia melihat dan curiga," ungkap Rumiatik saat ditemui Tribun Medan, Minggu (10/5/2026).

Rando tidak hanya diam.

Ia kemudian memaksa abang korban untuk meminta pengakuan adiknya.

"Coba paksa adikmu, dia harus jujur. Aku curiga tadi, aku lihat dia (Wak Ahmad) menindih adikmu, adikmu diam aja di kursi," ujar Rumiatik menirukan perkataan Rando.

Puncaknya terjadi setelah waktu salat Maghrib. Di bawah tekanan, K akhirnya buka suara.

"Aku diperkosa Wak Ahmad bang," ujar Rumiatik sambil menirukan suara anaknya yang masih polos.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved