TRIBUN WIKI

Profil Amien Rais, Pendukung Prabowo di Pilpres 2014 Ketua Majelis Syuro Partai Ummat

Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A., Ph.D.) adalah seorang politikus, cendekiawan, dan tokoh Muhammadiyah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Youtube Amien Rais Official
PENDUKUNG PRABOWO- Amien Rais adalah tokoh reformasi yang pernah menjadi pendukung Prabowo Subianto. 
Ringkasan Berita:
  • Amien Rais, sosok yang dikenal sebagai tokoh reformasi kembali menuai sorotan publik
  • Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu melontarkan statemen menohok tentang Presiden RI Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung menegaskan bahwa statemen Amien Rais itu hoaks dan bernada ujaran kebencian

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Nama Amien Rais dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah politik Indonesia, terutama pada masa reformasi.

Tak heran, ketika dirinya melakukan sesuatu atau melontarkan pernyataan, kerap membuat heboh masyarakat di Indonesia.

Seperti yang terjadi baru-baru ini. 

Baca juga: Profil Zahwa Massaid yang Terekam Bersama Jefri Nichol di Acara Pernikahan El Rumi dan Sifa Hadju

Tokoh reformasi itu membuat sebuah video yang bikin gempar masyarakat.

Ia menyinggung Presiden RI Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Gara-gara pernyataan itu, Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia sampai angkat bicara.

Menteri Komdigi, Meutya Hafid mengatakan apa yang disampaikan Amien Rais adalah hoaks.

Baca juga: SOSOK Ridwan Sujana Angsar, Kajari Medan Diterpa Isu Pemerasan, Uang Diserahkan di Gerbang Kejaksaan

Gus Dur Sebut Amien Rais Bakal Jadi Gelandangan Politik Seumur Hidup
Gus Dur Sebut Amien Rais Bakal Jadi Gelandangan Politik Seumur Hidup (HO)

Ia menyebut ucapan tokoh reformasi itu bertendensi ujaran kebencian.

"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah serta mengandung ujaran kebencian," kata Menkomdigi Meutya Hafid

Lebih lanjut, Meutya mengatakan narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara.

Hal itu berpotensi memecah belah bangsa lantaran pernyataan yang disampaikan tidak berdasar fakta, justru bagian dari upaya provokasi.

Baca juga: SOSOK Kompol Dedi Kurniawan, Polisi Narkoba Diduga Teler Buat Asusila Pernah Dicopot Kapolda Sumut

Meutya mengatakan Komdigi akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Siapapun yang membuat dan ikut mendistribusikan dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar telah melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE No. 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2)," kata dia.

Komdigi mengajak masyarakat senantiasa menjaga ruang digital yang sehat, produktif dan aman.

Profil Amien Rais

Amien Rais memiliki nama lengkap Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A., Ph.D.

Baca juga: Profil Said Aqil Siroj, Eks Ketum PBNU yang Sekarang Jadi Komisaris Utama PT KAI, Hartanya Rp 45 M

Ia lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 26 April 1944.

Sebagai warga negara Indonesia, ia dikenal sebagai tokoh Muslim yang aktif dalam dunia intelektual dan politik.

Dalam kehidupan pribadinya, Amien Rais menikah dengan Kusnasriyati Sri Rahayu dan dikaruniai lima anak.

Beberapa anaknya, seperti Hanafi Rais, Hanum Salsabiela Rais, dan Mumtaz Rais, juga dikenal aktif di dunia politik dan publik.

Sejak muda, Amien Rais sudah tumbuh dalam lingkungan keluarga Muhammadiyah yang kental dengan nilai-nilai keislaman modern.

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais dalam konferensi pers di kediaman mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia era Presiden Joko Widodo periode pertama, Rizal Ramli, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2023). (Mario Suamampow)
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais dalam konferensi pers di kediaman mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia era Presiden Joko Widodo periode pertama, Rizal Ramli, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2023). (Mario Suamampow) (Mario Suamampow)

Baca juga: Profil Rafid Ihsan Lubis, Pemilik Yayasan Daycare Aresha Seorang Hakim, Harta Kekayaan Rp 301 Juta

Hal ini membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap agama dan kehidupan sosial.

Ia menempuh pendidikan tinggi di berbagai institusi ternama.

Gelar sarjana diraih dari FISIP Universitas Gadjah Mada pada 1968, kemudian melanjutkan studi ke UIN Sunan Kalijaga.

Pendidikan internasionalnya ditempuh di University of Notre Dame, Amerika Serikat, untuk meraih gelar magister, serta doktor ilmu politik dari University of Chicago yang diselesaikan pada 1984.

Karier Amien Rais di dunia akademik dimulai sebagai dosen di FISIP Universitas Gadjah Mada sejak 1969 hingga 1999.

Baca juga: Profil Natasya Ulibasa Palasa, Putri Indonesia Sumatera Utara Berpengalaman di UNICEF

Selama periode ini, ia aktif mengajar sekaligus mengembangkan pemikiran di bidang politik dan demokrasi.

Selain menjadi akademisi, ia juga pernah terlibat sebagai peneliti senior di BPPT serta anggota Dewan Riset Nasional.

Pengalaman ini memperkuat posisinya sebagai intelektual yang memahami berbagai aspek pembangunan nasional.

Di sisi organisasi, Amien Rais aktif di Muhammadiyah sejak 1985 dan kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada periode 1995–2000.

Ia juga berperan dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang menjadikannya salah satu tokoh penting dalam gerakan intelektual Islam di Indonesia.

Baca juga: Profil Brigjen Pol Purn Raziman Tarigan Gerneng, Eks Wadankor Brimob Meninggal Kecelakaan Misterius

Karier Politik dan Pemilihan Presiden

Nama Amien Rais mulai mencuat di dunia politik saat masa transisi dari Orde Baru ke era reformasi.

Ia dikenal vokal dalam mengkritik pemerintahan saat itu, sehingga mendapat julukan sebagai salah satu penggerak utama reformasi 1998.

Pada tahun 1998, Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjabat sebagai Ketua Umum hingga 2005.

Baca juga: Profil Pantas Maruba Lumbantobing, Wakil Wali Kota Sibolga yang Diperiksa Polda Sumut Punya 3 Kapal

Meski PAN bukan partai terbesar dalam Pemilu 1999, ia berhasil memainkan peran penting dalam konstelasi politik nasional.

Puncak karier politiknya terjadi saat ia menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 1999–2004.

Dalam posisi ini, ia memiliki pengaruh besar dalam proses pemilihan presiden, sehingga sering disebut sebagai “king maker” dalam politik Indonesia.

Dalam perjalanan politiknya, Amien Rais juga pernah terlibat dalam kontestasi pemilihan presiden.

Baca juga: Profil Kiesha Alvaro, Pemeran Film Tumbal Proyek dari Artis Cilik ke Layar Lebar

Pada tahun 1999, ia sempat mempertimbangkan untuk maju, namun akhirnya tidak mencalonkan diri.

Sementara itu, pada Pemilu Presiden 2004, ia maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Siswono Yudo Husodo.

Namun, pasangan ini belum berhasil meraih kemenangan dan hanya memperoleh sebagian kecil suara nasional.

Meski tidak lagi aktif sebagai pimpinan partai besar, Amien Rais tetap berkiprah di dunia politik. Pada 29 April 2021, ia mendirikan Partai Ummat dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro.

Baca juga: Profil dan Biodata Khalid Basalamah, Ustaz yang Kembalikan Rp 8,4 M ke KPK

Langkah ini menunjukkan bahwa di usia lanjut, Amien Rais masih memiliki semangat untuk berkontribusi dalam politik nasional.

Ia juga dikenal sebagai tokoh yang aktif memberikan pandangan terhadap isu-isu politik, pemerintahan, dan keislaman di Indonesia.

Pada tahun 2014, ia sempat menjadi pendukung politik aktif Prabowo Subianto hingga Pilpres 2019 serta 2024 (meski dengan beberapa dinamika dan perubahan sikap).

Baca juga: Profil Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia pada Usia 64 Tahun

Biodata Amien Rais

  • Nama lengkap: Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A., Ph.D.

  • Nama populer: Amien Rais

  • Tempat, tanggal lahir: Surakarta (Solo), 26 April 1944

  • Kebangsaan: Indonesia

  • Agama: Islam

Pendidikan

  • S1: FISIP Universitas Gadjah Mada (1968)

  • Sarjana Muda: Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga (1969)

  • S2 (M.A.): University of Notre Dame, Amerika Serikat (1974)

  • S3 (Ph.D.): Ilmu Politik, University of Chicago (1984)

Karier Akademik & Organisasi

  • Dosen: FISIP Universitas Gadjah Mada (1969–1999)

  • Peneliti: BPPT & Dewan Riset Nasional (1995–2000)

  • Ketua Umum PP Muhammadiyah: 1995–2000

  • Tokoh ICMI: Aktif pada era 1990-an

Karier Politik

  • Pendiri: Partai Amanat Nasional (1998)

  • Ketua Umum PAN: 1998–2005

  • Ketua MPR RI: 1999–2004

  • Julukan: “Lokomotif Reformasi”

Pemilihan Presiden

  • Pilpres 1999: Tidak jadi maju

  • Pilpres 2004: Calon presiden (berpasangan dengan Siswono Yudo Husodo)

Fase Terbaru

  • Pendiri Partai Ummat: 2021

  • Jabatan: Ketua Majelis Syuro Partai Ummat

Keluarga

  • Istri: Kusnasriyati Sri Rahayu

  • Anak: 5 orang (termasuk Hanafi Rais, Hanum Salsabiela Rais, Mumtaz Rais)

(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved