Prakiraan Cuaca
Waspada! Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi 26 Januari 2026, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak
BMKG memperkirakan sebahagian wilayah Indonesia akan terdampak cuaca ekstrem pada 26 Januari 2026.
Ringkasan Berita:
- BMKG memprediksi cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada 26 Januari 2026, berupa hujan lebat dan angin kencang
- Pemicu utama cuaca ekstrem berasal dari dinamika atmosfer global, termasuk penguatan La Niña lemah (fase negatif ENSO) yang meningkatkan pasokan uap air dan pembentukan awan hujan
- Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif melintasi NTB, NTT, Laut Flores, Laut Timor, dan Samudra Hindia selatan NTT
TRIBUN-MEDAN.COM,- Sejumlah wilayah di Indonesia pada 26 Januari 2026 berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem di tanggal tersebut terjadi akibat adanya dinamika atmosfer pada skala global.
Potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi berupa hujan deras dan angin kencang.
Baca juga: Cuaca Sumut Hari Ini 20 Januari 2026, BMKG: Terpantau Berawan
Ada beberapa wilayah yang diperkirakan bakal terdampak cukup serius.
Dalam hal ini, BMKG sudah merilis daftar wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem pada 26 Januari 2026 nanti.
"Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif," demikian penjelasan BMKG di laman bmkg.go.id, Selasa (20/1/2026), dikutip dari KompasTV.
Baca juga: Daftar iPhone yang Diprediksi Tidak Mendapatkan iOS 27
El Niño–Southern Oscillation (ENSO) adalah fenomena iklim global yang melibatkan perubahan pola angin dan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis.
Fenomena ini berfluktuasi secara ireguler antara tiga fase utama: netral, El Niño (fase hangat), dan La Niña (fase dingin), dengan siklus rata-rata 2-7 tahun.
ENSO terdiri dari El Niño sebagai perubahan suhu laut hangat di timur Pasifik dan Southern Oscillation sebagai osilasi tekanan udara antara barat (Indonesia) dan timur Pasifik.
Baca juga: Amalan-amalan Bulan Syaban dengan Ganjaran Pahala yang Luar Biasa
Saat El Niño, angin perdagangan melemah, air hangat bergeser ke timur, mengganggu konveksi atmosfer.
Dampak yang terjadi, ENSO memengaruhi cuaca tropis dan subtropis, menyebabkan kekeringan di Indonesia/Asia Tenggara selama El Niño, serta banjir di Amerika Selatan.
La Niña justru sering membawa curah hujan berlebih di wilayah barat Pasifik.
Berkenaan dengan kondisi di Indonesia, BMKG memperkirakan terjadinya peningkatan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Baca juga: HUJAN Es dan Angin Kencang Landa Kota Depok, Atap Rumah Warga Terangkat, Warga Sempat Panik
Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) juga disebut secara spasial diprakirakan aktif melintasi NTB, NTT, Laut Flores, Laut Timor, dan Samudera Hindia selatan NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cuaca-buruk-angin-kencang-badai.jpg)