TRIBUN WIKI
Strategi Menjaga Stamina dan Mengoptimalkan Energi Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Dalam meningkatkan intensitas ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan, maka menjaga kesehatan sangat penting dilakukan.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan 2026, umat Muslim di berbagai daerah mulai meningkatkan intensitas ibadah untuk meraih keutamaan malam-malam terakhir bulan suci.
Pada periode ini, banyak jEmaah menghidupkan malam dengan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga menjalankan ibadah I'tikaf di masjid.
Selain itu, umat Islam juga berupaya mencari keberkahan malam Lailatul Qadar yang diyakini memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.
Baca juga: Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Namun, meningkatnya aktivitas ibadah pada malam hari sering kali membuat tubuh mudah lelah, terutama karena waktu istirahat yang berkurang.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga stamina agar tetap sehat sekaligus mampu memaksimalkan ibadah selama fase akhir Ramadan.
Strategi Menjaga Stamina dan Mengoptimalkan Energi Ibadah
Untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit di 10 malam terakhir Ramadhan 2026, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan masyarakat.
Baca juga: 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini yang Dilakukan Rasulullah dan Wajib Kita Contoh
Tentunya, hal ini akan mempengaruhi kesehatan dan juga ibadah masyarakat.
Berikut ini yang perlu diperhatikan.
Mengatur Pola Istirahat Agar Tubuh Tetap Bugar
Menjaga pola tidur menjadi salah satu kunci utama agar tubuh tetap bertenaga selama menjalani aktivitas ibadah di malam hari.
Pada 10 hari terakhir Ramadhan, banyak orang mengurangi waktu tidur karena mengikuti berbagai kegiatan ibadah seperti tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan salat malam.
Baca juga: Doa dan Amalan Nabi 10 Hari Terakhir Ramadhan, Sambut Mulianya Lailatul Qadar
Untuk mengatasinya, masyarakat dapat membagi waktu tidur menjadi beberapa sesi yang lebih singkat namun tetap berkualitas.
Misalnya dengan tidur setelah salat tarawih, kemudian bangun kembali untuk melaksanakan qiyamul lail atau ibadah malam lainnya.
Tidur siang singkat sekitar 20–30 menit juga dapat membantu memulihkan energi sehingga tubuh tetap segar saat menjalankan aktivitas pada malam hari.
Memperhatikan Asupan Gizi saat Sahur dan Berbuka
Selain menjaga waktu istirahat, pola makan yang sehat juga berperan penting dalam menjaga stamina.
Baca juga: Waktu Datangnya Malam Lailatul Qadar 2026, Malam Pengampunan Dosa di Bulan Ramadan
Saat sahur, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat dari sayur dan buah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/olahraga-jaga-stamina-di-10-hari-terakhir-Ramadhan.jpg)