TRIBUN WIKI

Cap Go Meh dan Tradisi Tatung: Ritual Sakral Simbol Komunikasi Budaya

Perayaan Cap Go Meh identik dengan pertunjukan Tatung atau Tah Thung. Tatung adalah peserta ritual dalam perayaan Cap Go Meh, khususnya di Singkawang.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP
Seorang pria menjilat pedang saat mengikuti pawai Festival Chap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat pada 5 Februari 2023. (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP) 

Ringkasan Berita:
  • Cap Go Meh adalah perayaan malam ke 15 setelah Tahun Baru Imlek
  • Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, momen ini bukan sekadar pesta penutup, melainkan waktu untuk memanjatkan doa syukur, memohon keselamatan bersama, sekaligus melakukan pemurnian spiritual dari energi-energi negatif yang diyakini hadir sepanjang pergantian tahun
  • Cap Go Meh juga identik dengan tradisi Tatung

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Cap Go Meh adalah perayaan malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, yang menandai penutup seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Tionghoa.

Pada tahun 2026, Cap Go Meh jatuh pada 3 Maret 2026.

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, momen ini bukan sekadar pesta penutup, melainkan waktu untuk memanjatkan doa syukur, memohon keselamatan bersama, sekaligus melakukan pemurnian spiritual dari energi-energi negatif yang diyakini hadir sepanjang pergantian tahun.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Cap Go Meh 2026 dalam Bahasa Mandarin dan Artinya untuk Keluarga, Teman dan Kerabat

Di berbagai daerah di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan dengan meriah.

Namun, di Singkawang, Kalimantan Barat, perayaan ini memiliki daya tarik khas yang telah menjadi ikon budaya nasional: tradisi Tatung atau Tah Thung.

Tatung Cap Go Meh
Seorang pria menjilat pedang saat mengikuti pawai Festival Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat pada 5 Februari 2023. (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)

Tatung atau Tah Thung: Medium Roh Leluhur dalam Tradisi Cap Go Meh

Dilansir dari berbagai sumber terpercaya termasuk Antara, istilah Tatung merujuk pada individu yang diyakini mampu menjadi medium bagi roh dewa atau leluhur melalui ritual tertentu.

Baca juga: Meriahkan Cap Go Meh dengan Berkirim Pesan Ucapan dalam Bahasa Mandarin

Secara etimologis, kata ini berasal dari bahasa Hakka, yakni tah thung, yang dapat diartikan sebagai “orang yang kerasukan”.

Dalam tradisi Cap Go Meh, para Tatung menjalani serangkaian ritual spiritual sebelum tampil di hadapan publik.

Mereka dipercaya berada dalam kondisi trans, dirasuki oleh roh leluhur, dewa-dewa, atau figur spiritual tertentu yang kemudian membimbing tindakan dan penampilan mereka selama prosesi berlangsung.

Baca juga: Daftar Makanan Tradisional saat Cap Go Meh yang Populer Disajikan

Yang membuat tradisi ini begitu memukau adalah atraksi kekebalan tubuh yang dipertontonkan.

Para Tatung tidak sekadar berpawai di jalanan.

Mereka duduk atau berdiri di atas tandu yang dipasangi bilah-bilah golok tajam atau paku-paku runcing.

Dalam kondisi normal, benda-benda tersebut tentu membahayakan.

Namun dalam keyakinan tradisi ini, kekuatan spiritual yang menaungi para Tatung memberi perlindungan fisik dan batin.

Baca juga: 35 Ucapan Cap Go Meh Bahasa Mandarin dan Artinya Dibarengi Caption Instagram dan TikTok

Ragam Kostum dan Representasi Roh Leluhur

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved