Kristen Ortodoks

Beda dari yang Lain, Kristen Ortodoks Rayakan Natal pada 7 Januari

Kristen Ortodoks merayakan Hari Natal pada 7 Januari, berbeda dari umat Kristiani pada umumnya.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/mexk mexq
KRISTEN ORTODOKS- Rusia adalah satu diantara negara yang penduduknya masih memeluk agama Kristen Ortodoks. 

Ringkasan Berita:
  • Selain 25 Desember, Hari Natal juga dirayakan pada 7 Januari oleh umat Kristen Ortodoks
  • Kristen Ortodoks adalah cabang utama Kekristenan yang berakar dari Gereja Timur, memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma sejak Skisma Besar 1054, dan kuat di wilayah Yunani, Rusia, serta Timur Tengah
  • Perayaan Natal 7 Januari terjadi karena Gereja Ortodoks masih menggunakan Kalender Julian, yang tertinggal 13 hari dari Kalender Gregorian yang dipakai secara internasional

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pernah dengar tidak, bahwa Hari Natal itu bukan tanggal 25 Desember saja?

Ya, Hari Natal ternyata ada juga yang merayakannya pada tanggal 7 Januari.

Mereka yang merayakan Hari Natal pada 7 Januari tak lain kelompok Kristen Ortodoks.

Kristen Ortodoks merupakan salah satu cabang utama Kekristenan yang menekankan tradisi kuno Gereja Timur.

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru 2026 Tol Kisaran Ramai Peminat

Wanita Kristen Ortodoks yang menggunakan penutup kepala mirip kerudung bewarna hitam
Wanita Kristen Ortodoks yang menggunakan penutup kepala mirip kerudung bewarna hitam (hirahiraito.wp)

Gereja ini mengklaim sebagai kelanjutan langsung dari gereja mula-mula yang didirikan para rasul.

Gereja Ortodoks Timur berakar dari Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium), dan memisahkan diri secara resmi dari Gereja Katolik Roma pada Skisma Besar tahun 1054 akibat perbedaan teologi dan otoritas.

Tradisi ini berkembang kuat di wilayah Yunani, Rusia, dan Timur Tengah, mempertahankan liturgi serta ritual sejak abad pertama Masehi.

Dikutip dari laman Kristenisasi, penganut Kristen Ortodoks mempercayai Tritunggal (Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus), inkarnasi Yesus sebagai manusia dan Tuhan sepenuhnya, serta kebangkitan-Nya sebagai penebusan dosa.

Baca juga: 5 Gereja Ikonik di Medan, Destinasi Wisata Religi saat Natal dan Tahun Baru

Mereka menekankan theosis atau keserupaan dengan Allah melalui transformasi rohani, berbeda dari fokus pengampunan dosa semata di denominasi lain.

Tidak seperti Katolik yang dipimpin Paus, Ortodoks dipimpin patriark dan uskup tanpa otoritas tunggal pusat.

Dibanding Protestan, mereka lebih ritualistik dengan pembaptisan bayi, doa untuk orang mati, dan liturgi kuno dalam bahasa Yunani atau Slavia.

Perayaan Hari Natal 7 Januari

Kristen Ortodoks merayakan Natal pada 7 Januari karena mereka menggunakan Kalender Julian untuk menghitung hari raya keagamaan, yang tertinggal 13 hari dari Kalender Gregorian yang umum dipakai dunia Barat.

Kalender Julian merupakan sistem penanggalan matahari yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada 45 SM untuk memperbaiki kalender Romawi lama yang tidak akurat.

Baca juga: Wajib Tahu! 12 Tips Meninggalkan Rumah Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Kalender ini menetapkan satu tahun terdiri dari 365,25 hari, dengan penambahan satu hari kabisat setiap empat tahun pada Februari.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved