Kalender Jawa

Kalender Jawa Weton Rabu Legi 10 Desember 2025, Punya Watak Padangon Jagur

Pemilik weton Rabu Legi dalam kalender Jawa 10 Desember 2025 memiliki watak Padangon Jagur.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/DewantoArt
TOKOH AYANG- Ilustrasi tokoh wayang kulit yakni Bima Suci saat menaklukkan naga. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Jika melihat kalender Jawa weton Rabu Legi 10 Desember 2025, hari ini bertepatan dengan 19 Jumadil Akhir 1959 Dal atau 19 Jumadil Akhir 1447 Hijriah.

Adapun jumlah neptunya hari ini bernilai 12.

Neptu tersebut merupakan kombinasi dari Rabu 7 dan Legi 5.

Baca juga: Kalender Jawa Weton Selasa Kliwon 9 Desember 2025, Hari yang Tepat untuk Ritual

Untuk weton Rabu Legi, digambarkan memiliki watak Padangon Jagur.

Padangon Jagur merupakan lambang watak weton Rabu Legi dalam primbon Jawa, yang menggambarkan kekuatan batin, kewaspadaan tinggi, dan sifat tegas seperti singa penjaga.

Istilah ini menekankan keteguhan hati dan keyakinan kuat terhadap prinsip-prinsip yang dipegang.

BERTARUNG- Ilustrasi sebuah lukisan yang menunjukkan seorang tokoh raksasa bertarung dengan seekor naga.
BERTARUNG- Ilustrasi sebuah lukisan yang menunjukkan seorang tokoh raksasa bertarung dengan seekor naga. (Pinterest/Deni Ar)

Baca juga: Kalender Jawa Weton Senin Wage 8 Desember 2025 yang Melambangkan Lakuning Geni

Orang berweton ini biasanya adil, bijaksana, supel dalam bergaul, loyal terhadap orang terdekat, serta memiliki wawasan luas yang mendukung prestasi akademis dan sosial.

Mereka pandai mengayomi, hemat, dan sering disukai banyak orang karena karisma alami.

Meski kuat, mereka cenderung mudah marah terhadap ketidakadilan, suka membantah, serta kadang terlihat galak atau suka disanjung.

Sifat keras kepala ini bisa memicu konflik, meskipun diimbangi dengan rasa keadilan yang tinggi.

Baca juga: Kalender Jawa Weton Sabtu Pahing 6 Desember 2025, Jangan Terlalu Perfeksionis

Walau demikian, sifat-sifat negatif yang ada dalam diri Anda itu harus dibuang jauh-jauh agar tidak menimbulkan celaka.

Kadangkala, kita sering tidak sadar melakukan sesuatu yang ternyata dapat membahayakan diri kita sendiri.

Misalnya, menunjukkan sikap emosi berlebihan.

Tindakan ini bisa memicu pertengkaran atau konflik yang lebih luas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved