TRIBUN WIKI

Profil PT Agincourt Resources, Perusahaan Tambang yang Disegel Setelah Bencana di Tapsel

PT Agincourt Resources adalah perusahaan pertambangan emas dan perak terbesar di Indonesia.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Instagram @agincourtresources
MEMBELAH BUKIT- Tambang PT Agincourt Resources yang membelah kawasan bukit. Tampak areal di sekitarnya berdiri tiang-tiang besi. 

Ringkasan Berita:
  • PT Agincourt Resources adalah perusahaan pertambangan emas dan perak terbesar di Indonesia
  • Perusahaan ini mengelola Proyek Tambang Martabe di Sumatera Utara, dengan fokus pada eksplorasi, produksi, dan pengolahan mineral
  • Perusahaan ini beroperasi di bawah Kontrak Karya sejak 1997, mencakup wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Tengah, Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Padangsidimpuan
  • Pada Desember 2025, operasionalnya disegel sementara

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- PT Agincourt Resources adalah perusahaan pertambangan emas dan perak terbesar di Indonesia yang mengelola Proyek Tambang Martabe di Sumatera Utara.

Mulai tanggal 6 Desember 2025, operasionalnya disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Penyegelan itu tak lepas dari bencana alam yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Baca juga: Dahsyatnya Banjir Bandang Batangtoru Tapsel, Desa Garoga Lenyap dan Aliran Sungai Pun Berpindah

Muncul dugaan dan rumor, bahwa bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan dan sekitarnya akibat aktivitas PT Agincourt Resources.

Oleh karena itu, KLH/BPLH melakukan penyelidikan, Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq meminta agar PT Agincourt Resources tidak melakukan aktivitas apapun sementara waktu.

“Mulai 6 Desember 2025, seluruh perusahaan di hulu DAS Batangtoru wajib menghentikan operasional dan menjalani audit lingkungan. Kami telah memanggil ketiga perusahaan untuk pemeriksaan resmi pada 8 Desember 2025 di Jakarta. DAS Batangtoru dan Garoga adalah kawasan strategis dengan fungsi ekologis dan sosial yang tidak boleh dikompromikan,” tegas Menteri Hanif.

Lantas, seperti apa profil PT Agincourt Resources ini?

Baca juga: Keluh Kesah Warga Desa Garoga saat Bertemu Gibran: Bagaimana Masa Depan Desa Kami?

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akhirnya datang mengunjungi warga korban banjir bandang di Desa Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Kamis (4/12/2025).
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akhirnya datang mengunjungi warga korban banjir bandang di Desa Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Kamis (4/12/2025). (IST/istimewa)

Profil PT Agincourt Resources

PT Agincourt Resources adalah perusahaan pertambangan emas dan perak terbesar di Indonesia yang mengelola Proyek Tambang Martabe di Sumatera Utara, dengan fokus pada eksplorasi, produksi, dan pengolahan mineral.

Perusahaan ini beroperasi di bawah Kontrak Karya sejak 1997, mencakup wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Tengah, Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Padangsidimpuan, dengan luas konsesi sekitar 130.252 hektar hingga 2042.

Saat ini, mayoritas saham dimiliki oleh PT Danusa Tambang Nusantara, anak usaha PT United Tractors Tbk (bagian Astra Group), setelah serangkaian akuisisi.

Baca juga: VIDEO KONDISI Pilu Desa Garoga Tapsel Kini Lenyap Diterjang Banjir Bandang

Sejarah Pendirian

Dikutip dari website resminya, perusahaan ini didirikan pada 14 April 1997.

Awalnya, nama perusahaan ini adalah PT Danau Toba Mining oleh Normandy Mining (Australia) untuk eksplorasi mineral di Sumatera Utara.

Pada 2001, perusahaan tambang tersebut berganti nama menjadi PT Horas Nauli.

Lalu, mereka kembali mengganti namanya menjadi PT Newmont Horas Nauli pada 2003 setelah diambil alih mayoritas oleh Newmont East Asia.

Nama resmi PT Agincourt Resources digunakan mulai 2006 untuk melanjutkan pengembangan Proyek Martabe.

Terjangan banjir bandang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan. Air bah dengan batang-batang kayu hutan menyapu empat desa, tepatnya di Kota Tua, Harean, Sisoma dan Simaninggir, Kecamatan Tano Tombangan Amgkola, sejak Rabu hingga Kamis (19/12/2024).
Terjangan banjir bandang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan. Air bah dengan batang-batang kayu hutan menyapu empat desa, tepatnya di Kota Tua, Harean, Sisoma dan Simaninggir, Kecamatan Tano Tombangan Amgkola, sejak Rabu hingga Kamis (19/12/2024). (HO)

Perkembangan dan Akuisisi

Tahun 2007, Oxiana Limited mengakuisisi perusahaan dan menyetujui pengembangan tambang setelah studi kelayakan.

Pada 2009, G-Resources (Hong Kong) mengambil alih, memulai konstruksi dengan 25 studi lingkungan dan izin pemerintah.

Baca juga: Mortir Militer di Tapanuli Selatan Berhasil Didisposal Brimob Sumut: Keselamatan Warga Nomor Satu

Produksi pertama emas dan perak dicapai pada 24 Juli 2012 setelah komisioning pabrik, dengan 5 persen saham diserahkan ke BUMD Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara.

Pada 2016, konsorsium (EMR Capital, Farallon Capital, Martua Sitorus, Robert & Michael Hartono) mengelola sementara, sebelum diakuisisi penuh oleh PT Danusa Tambang Nusantara pada 2018.

Operasional Terkini

Perusahaan mencatat rekor produksi pada 2017 dengan 355.000 ounce emas dari Pit Ramba Joring, dan menyelesaikan fasilitas daur ulang sianida pada 2021 untuk keberlanjutan.

Pada Desember 2025, operasional sempat dihentikan sementara oleh KLHK terkait banjir di DAS Batang Toru untuk audit lingkungan.

PT Agincourt menekankan nilai GREAT (Growth, Respect, Excellence, Action, Transparency) dan kontribusi lokal dengan merekrut 40 % karyawan dari masyarakat sekitar.

Baca juga: DAFTAR 12 Desa di Kabupaten Tapanuli Selatan yang Terima Dana Desa Tertinggi, di Atas Rp 1 Miliar

Klarifikasi PT Agincourt Resources 

PT Agincourt Resources dituding sebagai satu diantara penyebab terjadinya bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan dan sekitarnya.

Namun, perusahaan ini membantah pihaknya yang menjadi pemicu bencana di Desa Garoga.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved