Tapanuli Selatan
VIDEO KONDISI Pilu Desa Garoga Tapsel Kini 'Lenyap' Diterjang Banjir Bandang
Banjir bandang dan longsor di Tapanuli Selatan menyisakan pilu yang mendalam bagi Desa Ae Garoga Kecamatan Batang Toru.
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Gita Nadia Putri br Tarigan
TRIBUN-MEDAN.com, GAROGA - Banjir bandang dan longsor di Tapanuli Selatan menyisakan pilu yang mendalam bagi Desa Ae Garoga Kecamatan Batang Toru.
Kini, desa itu tampak porak poranda usai diterjang banjir bandang dan longsor.
Diperkirakan 140 rumah lenyap dibawa banjir. Sebagian rumah yang selamat hanya menyisakan bangunan yang sudah tidak bisa ditempati lagi.
Di pulau ini sekitar 270 kepala keluarga (KK) mayoritas berkebun dan bersawah. Pulau ini juga menjadi perantara dua jembatan; Garoga dan Anggoli.
Dari video yang beredar di media sosial terlihat ada ribuan batang kayu menjadi penyebab hancurnya rumah, sekolah hingga tempat ibadah.
Kepala Desa Garoga, Risman Rambe mengatakan dipastikan seratus persen warganya menjadi korban bencana tersebut.
Risman tak menyangka peristiwa ini menghancurkannyaris seluruh rumah-rumah warga.
Selengkapnya tonton video :
Tokoh adat Desa Garoga, Ali Mura Lumban Tobing mengungkap detik-detiksaat banjir bandang menyapu desanya.
Ali Mura mengungkap bahwa bencana yang menyebabkan kehancuran itu terjadi dalam hitungan detik.
Ia menyebut kayu-kayu besar menghantam bangunan warga dari berbagai arah ketika bencana itu terjadi.
Ali bahkan menggambarkan kekuatan bencana yang melanda saat itu bagai “tsunami kayu”.
Menurutnya, saat ini warga tidak hanya kehilangan hunian, tetapi juga masih berjuang mencari anggota keluarga yang belum ditemukan.
Ali Mura menyampaikan bahwa banjir bandang tersebut merupakan peristiwa paling kelam sepanjang hidupnya. Ia berharap kejadian serupa tidak akan pernah terulang lagi.