Longsor di Batangtoru
Datangi Rumah Duka Korban Longsor di Batangtoru, Bupati Gus Irawan: Kejadian yang Tak Terduga
Di rumah papan itu, Gus Irawan juga sempat melihat kondisi Yasine Gulo yang sudah terbujur kaku.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
Kini Oktavianus Gulo harus menanggung beban setelah ibu dan abangnya sudah berpulang. Ia mengaku sangat bingung melanjutkan hidup, apalagi kini ia menjadi tulang punggung keluarga untuk enam adiknya.
Selama hidup, Yasine diketahui bekerja menjaga kebun seorang majikan di lahan karet persis belakang rumahnya.
"Bingung, gak tahu lagi mesti gimana. Tauke juga bilang kami harus pindah dari rumah ini. Jangan tinggal di sini lagi karena khawatir ada longsor susulan," ujarnya.
Saat kedatangan Gus Irawan, pria yang karib disapa Via ini mengadukan nasibnya kepada sang bupati. "Tolong perhatikan nasib kami, pak," ujarnya.
Respons Bupati
Ditanya soal perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kepada nasib anak-anak korban longsor, Gus Irawan menjawab soal kepastian.
"Pasti. Makanya tadi pas kedatangan saya, saat ini masih difokuskan untuk mencari korban. Mudah-mudahan dalam waktu yang gak lama, kami bisa memutuskan apa yang harus berikan bantuan kepada keluarga," ujarnya.
(ase/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Sosok Ibu dan Anak Korban Longsor di Batangtoru, Kejadian Pilu 21 Tahun Lalu Terulang Lagi |
|
|---|
| Kronologi dan Fakta Ibu dan Anak Tertimbun Longsor di Batangtoru, Kejadian Serupa 21 Tahun Lalu |
|
|---|
| Ibu dan Anak Tertimbun Longsor di Batangtoru, Jasad Belum Dievakuasi |
|
|---|
| Terdampak Banjir, Sebagian Warga Mengungsi ke Sopo Godang dan Gereja Lama HKBP |
|
|---|
| Keluarga Panik Tak Bisa Hubungi Kerabat di Sibolga–Tapteng, Ini Penyebab Jaringan Terganggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-longsor-batangtoru-tribunmedan1.jpg)