Longsor di Batangtoru
Datangi Rumah Duka Korban Longsor di Batangtoru, Bupati Gus Irawan: Kejadian yang Tak Terduga
Di rumah papan itu, Gus Irawan juga sempat melihat kondisi Yasine Gulo yang sudah terbujur kaku.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com - Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu datang mengunjungi rumah duka ibu dan anak korban tertimbun longsor di Kelurahan Wek I, Batangtoru, Selasa (19/5/2026).
Bupati dan rombongan kecilnya tiba di rumah duka korban tertimbun longsor bernama Yasine Gulo dan anaknya, Sariman Gulo sekitar pukul 18.00 WIB. Ia langsung menyalami para keluarga korban.
Di rumah papan itu, Gus Irawan juga sempat melihat kondisi Yasine Gulo yang sudah terbujur kaku.
Ia kemudian berdialog dengan Oktavianus Gulo, anak ketiga Yasine, menanyakan seputar musibah yang terjadi pada Senin sore kemarin.
Dari cerita yang didapat Gus Irawan dari Oktavianus, musibah yang dialami ibu dan abangnya bermula ketika hendak memperbaiki arah air yang sudah masuk ke rumah. Kondisinya hujan sangat deras. Keduanya pergi ke belakang rumah, hanya sekitar 100 meter.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Kayu-kayu karet terseret tanah dari atas bukit menyapu seluruh yang ada di belakang rumah, termasuk Yasine dan Sariman yang berada di lokasi memperbaiki arah air.
Setelah mendengar cerita itu, Gus Irawan kemudian pergi melihat kondisi longsor ke belakang rumah. Ia menatap sudah banyak lumpur. Kayu-kayu karet juga terlihat tumbang di lokasi ini. Alat berat saat itu sedang beroperasi mencari keberadaan Sariman yang hingga sore kemarin belum juga ditemukan.
Kejadian yang tak terduga
Atas kejadian ini, Gus Irawan mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya atas apa yang terjadi menimpa Yasine dan Sariman.
"Kami prihatin dan berduka cita. Kejadian ini merupakan sesuatu yang tak terduga sama sekali. Kemarin hujannya deras. Ada parit kecil mungkin yang menyumbat sehingga air masuk ke rumah," ujar Gus Irawan saat diwawancarai.
Gus melanjutkan, Sariman disusul Yasine kemudian pergi ke belakang rumah untuk memperbaiki arah aliran air agar tak masuk ke rumah. Nahas, longsor mendadak datang dari atas bukit menyapu seluruh permukaan tanah.
"Saya mendapat kabar duka ini kemarin malam. Langsung berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan pencarian dengan mendatangkan alat. Cuma ya terbatas jalan ke lokasi rapat beton ini cukup kecil. Hanya alat berat yang bisa masuk," ujarnya.
Nasib para anak korban
Yasine diketahui menjadi ibu sekaligus kepala keluarga. Suaminya telah berpulang pada 2014 lalu, musibah yang sama merenggut nyawanya pada kemarin sore.
Sementara itu, Sariman sebagai anak sulung dikenal sebagai pria yang ulet. Ia menjadi tulang punggung bagi keluarga kecilnya dengan bekerja sebagai satpam di salah satu bank di Sibolga.
Kini Oktavianus Gulo harus menanggung beban setelah ibu dan abangnya sudah berpulang. Ia mengaku sangat bingung melanjutkan hidup, apalagi kini ia menjadi tulang punggung keluarga untuk enam adiknya.
Selama hidup, Yasine diketahui bekerja menjaga kebun seorang majikan di lahan karet persis belakang rumahnya.
"Bingung, gak tahu lagi mesti gimana. Tauke juga bilang kami harus pindah dari rumah ini. Jangan tinggal di sini lagi karena khawatir ada longsor susulan," ujarnya.
Saat kedatangan Gus Irawan, pria yang karib disapa Via ini mengadukan nasibnya kepada sang bupati. "Tolong perhatikan nasib kami, pak," ujarnya.
Respons Bupati
Ditanya soal perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kepada nasib anak-anak korban longsor, Gus Irawan menjawab soal kepastian.
"Pasti. Makanya tadi pas kedatangan saya, saat ini masih difokuskan untuk mencari korban. Mudah-mudahan dalam waktu yang gak lama, kami bisa memutuskan apa yang harus berikan bantuan kepada keluarga," ujarnya.
(ase/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Sosok Ibu dan Anak Korban Longsor di Batangtoru, Kejadian Pilu 21 Tahun Lalu Terulang Lagi |
|
|---|
| Kronologi dan Fakta Ibu dan Anak Tertimbun Longsor di Batangtoru, Kejadian Serupa 21 Tahun Lalu |
|
|---|
| Ibu dan Anak Tertimbun Longsor di Batangtoru, Jasad Belum Dievakuasi |
|
|---|
| Terdampak Banjir, Sebagian Warga Mengungsi ke Sopo Godang dan Gereja Lama HKBP |
|
|---|
| Keluarga Panik Tak Bisa Hubungi Kerabat di Sibolga–Tapteng, Ini Penyebab Jaringan Terganggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-longsor-batangtoru-tribunmedan1.jpg)