Longsor di Batangtoru
Keluarga Panik Tak Bisa Hubungi Kerabat di Sibolga–Tapteng, Ini Penyebab Jaringan Terganggu
Telkomsel merilis pernyataan resmi terkait turunnya kualitas jaringan di wilayah tersebut, yang berdampak besar pada warga yang berada di luar daerah.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIBOLGA- Selain listrik yang padam total, layanan telekomunikasi di sejumlah titik di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah ikut lumpuh akibat bencana longsor dan banjir bandang sejak Senin malam (24/11/2025).
Salah satu provider, Telkomsel merilis pernyataan resmi terkait turunnya kualitas jaringan di wilayah tersebut, yang berdampak besar pada warga yang berada di luar daerah.
General Manager Region Network Operations & Productivity Sumbagut Telkomsel, Nurdianto, menjelaskan bahwa gangguan jaringan disebabkan oleh dua faktor utama yakni kerusakan infrastruktur transport jaringan serta pemadaman listrik masif yang terjadi hampir di seluruh wilayah terdampak.
“Saat ini beberapa titik jaringan transport mengalami dampak bencana serta pemadaman listrik masif terjadi di wilayah tersebut. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas jaringan Telkomsel di sejumlah titik,” jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (25/11/2025).
Telkomsel menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang kesulitan mengakses layanan data maupun suara.
“Kami memohon maaf kepada pelanggan atas terjadinya penurunan kualitas jaringan di wilayah tersebut,” ujar Nurdianto.
Pihak operator menyebutkan bahwa tim teknis terus berupaya melakukan percepatan pemulihan jaringan, termasuk berkoordinasi dengan PLN, BPBD, pemerintah daerah, dan aparat setempat untuk membuka akses jalan serta memulihkan perangkat BTS yang berhenti beroperasi akibat kehilangan pasokan listrik.
“Kami berupaya melakukan percepatan pemulihan jaringan agar pelanggan kembali dapat menikmati layanan dengan lancar,” tambahnya.
Gangguan jaringan di Sibolga–Tapteng membuat banyak warga yang tinggal di luar daerah tak bisa berkomunikasi dengan keluarga di kampung halaman.
Kondisi ini memicu kepanikan, terutama karena informasi di media sosial menunjukkan banjir dan longsor terus meluas.
Ardy (29), perantau yang keluarganya tinggal di Sibolga, mengaku mulai khawatir sejak sambungan video call terakhirnya terputus dan tidak bisa terhubung lagi.
“Tadi terakhir masih bisa video call. Setelah itu mulai tidak bisa dihubungi lagi sampai sore tadi,” ungkap Ardy.
Di sisi lain, Yudi (31) juga mengalami hal serupa. Ia mengatakan sejak pukul 14.00 WIB, pesan WhatsApp ke orang tuanya hanya centang satu tanda bahwa sinyal atau jaringan internet di lokasi keluarganya mati.
“Dari siang tadi centang satu. Kita khawatir lah, apalagi lihat di medsos banjir makin besar,” ujarnya.
Menurut Yudi, keluarganya baru bisa kembali mengirim pesan pada sekitar pukul 19.30 WIB, meski kondisi jaringan masih naik-turun.
| Terdampak Banjir, Sebagian Warga Mengungsi ke Sopo Godang dan Gereja Lama HKBP |
|
|---|
| Listrik Padam, Jaringan Komunikasi ke Sibolga–Tapteng Sempat Mati Total |
|
|---|
| Banjir Bandang Terjang Batangtoru Tapsel, Dua Warga Tewas dan Ratusan Mengungsi |
|
|---|
| Banjir Bandang Batangtoru, 2 Warga Aek Ngadol Tewas, Ratusan Warga Mengungsi |
|
|---|
| Update Tapteng Dilanda Banjir dan Longsor, Masinton :Ribuan Rumah Terendam dan Ada 4 Korban Jiwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/JARINGAN-TELEKOMUNIKASI-Sejumlah-kabel-listrik-dan.jpg)