PSMS Medan
3 Pemain PSMS Medan Asal Aceh Terdampak Banjir, Quba Masih Mengungsi saat Tim Sudah Berlatih
Mereka belum bisa bergabung lantaran kesulitan akses transportasi. Bahkan satu pemain masih mengungsi.
Ringkasan Berita:- Tiga pemain PSMS Medan asal Aceh terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di Pulau Sumatera.- Mereka belum bisa bergabung lantaran kesulitan akses transportasi. Bahkan satu pemain masih mengungsi.- Adapun ketiga pemain itu, Arif Setiawan, Zikri Ferdiansyah, dan Fakhrurrazi Quba
TRIBUN-MEDAN.com – Skuat PSMS Medan belum komplit saat kembali berlatih untuk persiapan laga berikutnya di ajang Championship 2025-2026.
Pasalnya, tiga pemain PSMS Medan asal Aceh terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di Pulau Sumatera.
Mereka belum bisa bergabung lantaran kesulitan akses transportasi. Bahkan satu pemain masih mengungsi.
Adapun ketiga pemain itu, Arif Setiawan, Zikri Ferdiansyah, dan Fakhrurrazi Quba.
Ketiga pemain ini sebelumnya tertahan di kampung halaman masing-masing karena akses jalan darat putus total akibat banjir besar dan longsor yang melanda wilayah Pulau Sumatera.
Baca juga: 16 Orang Penjarah Minimarket di Sibolga Dibebaskan, Begini Penjelasan Polda Sumut
Mereka pulang ke kampung halaman saat libur kompetisi sepekan.
Namun terjebak bencana banjir yang memutus akses jalan dan merendam permukiman secara luas.
Pihak manajemen dan tim pelatih terus berupaya berkoordinasi dengan pemain tersebut agar ketiga dicarikan jalur alternatif menuju Kota Medan.
Menurut Pelatih Kepala PSMS Medan, Kas Hartadi, satu-satunya opsi yang memungkinkan saat ini adalah jalur laut dan udara.
Baca juga: PSMS Medan Pakai Pita Hitam saat Latihan Perdana, Tanda Turut Berduka atas Bencana Sumatera
“Karena jalan darat mereka semua terputus, jadi mereka harus lewat jalur laut dari Langsa. Mungkin dari sana mereka ke Banda Aceh dulu, kemudian baru naik pesawat ke Medan,” jelas Kas Hartadi kepada Tribun Medan.
Namun kondisi berbeda dialami Kiper PSMS, Fakhrurrazi Quba. Hingga kini ia masih bertahan di lokasi pengungsian karena akses menuju wilayah tempat tinggalnya masih benar-benar tidak dapat dilalui.
“Untuk Quba, dia masih di pengungsian dan belum bisa keluar karena semua akses terputus. Jadi kita masih bisa mengerti situasinya,” ujar Kas.
Kas menegaskan bahwa keselamatan pemain adalah prioritas utama klub. PSMS sepenuhnya memahami kondisi darurat yang dialami para pemain dan tidak ingin memaksakan kepulangan mereka sebelum situasi benar-benar aman.
Baca juga: Usai Libur Sepekan, PSMS Medan Kembali Genjot Latihan Jelang Duel Kontra Sriwijaya FC
“Yang penting mereka dan keluarganya dalam keadaan selamat. Soal kapan kembali, kita menunggu sampai kondisi memungkinkan,” tambahnya.
| Gol Perdana Clayton Da Silva Jadi Sinyal Positif, Pelatih Sebut Ada Progres di Lini Depan PSMS Medan |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen, Kas Hartadi Soroti Finishing dan Set Piece |
|
|---|
| Nasib PSMS Medan Gagal Promosi ke Super League, Tanggapan Pelatih Ayam Kinantan |
|
|---|
| Julius Raja Soroti Kegagalan PSMS Medan Promosi ke Super League, Tekankan Pentingnya Lobi-lobi |
|
|---|
| SELAMAT Tinggal Super League, PSMS Medan Bertahan Lagi di Championship, Eko Targetkan 5 Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PSMS-Medan_persiapan-PSMS-Medan-lawan-Sriwijaya-FC_.jpg)